tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemehaj) memastikan akan mendistribusikan sebanyak 3 juta paket makanan siap santap atau ready to eat (RTE) untuk konsumsi jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan logistik saat puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menjelaskan bahwa paket RTE tersebut berfungsi sebagai menu selingan di tengah layanan katering utama yang sebagian besar masih menyediakan makanan matang dari dapur.
“Ada hari-hari di mana menggunakan RTE, tapi mayoritas menggunakan masak dari dapur,” ujar Gus Irfan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut Gus Irfan, sebanyak 3 juta paket makanan RTE itu akan dikonsumsi jemaah selama enam hari, tepatnya mulai tanggal 7 hingga 13 Dzulhijjah. Periode tersebut bertepatan dengan pelaksanaan prosesi ibadah di Armuzna yang merupakan rangkaian puncak ibadah haji.
“Waktu itu traffic-nya kan sangat-sangat padat sehingga untuk makanan fresh kayaknya susah dikirim. Maka kami pakai RTE itu,” ungkap Gus Irfan.
Dia menambahkan bahwa pasokan untuk 200 ribu jemaah haji tersebut saat ini sudah tiba di Arab Saudi. “Pengiriman sudah terkirim dari awal,” tuturnya.
Irfan juga memastikan bahwa menu RTE tersebut aman untuk dikonsumsi oleh jemaah lanjut usia (lansia) yang mendominasi kuota haji tahun ini. Di sisi lain, dia mengakui adanya fluktuasi harga bahan baku di pasar domestik Arab Saudi akibat gejolak politik, namun menegaskan bahwa biaya katering dari dapur-dapur untuk konsumsi jemaah tidak terdampak dan tidak mengalami perubahan harga.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan bahwa ketahanan pangan untuk jemaah haji secara keseluruhan dalam kondisi aman.
Zulhas mengaku telah mendengar langsung laporan dari Irfan mengenai partisipasi UMKM Tanah Air yang mampu memproduksi makanan siap saji dengan kualitas segar.
“Ada istilahnya itu RTE, ready to eat. Kalau kita kan masak dulu. Bahkan, ada juga bawa bumbu, kirim bumbu ya. Yang bumbu kalau masak terus kasih bumbu jadi langsung jadi,” tutur Zulhas.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































