tirto.id - Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin, menyampaikan terdapat sejumlah sekolah yang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara semi daring atau kombinasi antara luring dan daring.
Dari data yang dihimpun Kemendikdasmen pada hari pertama pelaksanaan TKA, Senin (3/11/2025), total peserta yang mengikuti TKA sejumlah 1.952.683 siswa atau 97,9 persen dari jumlah keseluruhan. Angka tersebut terdiri dari 1.583.765 peserta moda daring dan 368.918 peserta moda semi daring.
"Peserta ini berasal dari 22.172 sekolah moda daring dan 4.530 moda semi daring," kata Toni dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan perbedaan antara pelaksanaan TKA secara daring dan semi daring. Apabila pelaksanaan TKA secara daring, maka komputer yang digunakan ujian oleh para siswa harus terhubung internet secara penuh.
"Kalau untuk moda daring artinya selama pelaksanaan TKA, setiap komputer murid harus terhubung dengan internet," kata Rahmawati.
Rahmawati menerangkan bahwa pelaksanaan TKA secara semi daring dilaksanakan karena terdapat sejumlah daerah di Indonesia yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap internet.
"Jadi ini biasanya dilakukan oleh satuan pendidikan yang jaringan internetnya kurang baik, atau bahkan yang tidak punya jaringan internet," jelasnya.
Dirinya menambahkan untuk pelaksanaan TKA secara semi daring, maka pelaksanaan ujian tetap melalui komputer tanpa harus terhubung dengan internet. Oleh karenanya, pelaksanaan TKA secara semi daring maka server atau peladennya akan diarahkan ke sekolah. Setelah itu, data atau jawaban dari para siswa baru dikirimkan oleh pihak sekolah ke server pusat yang ada di Jakarta.
Rahmawati menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA secara semi daring telah disiapkan pada 1 dan 2 November atau sehari sebelum pelaksanaan ujian perdana dilaksanakan. Pada hari tersebut pihak melakukan sinkronisasi data ke pemerintah pusat sehingga para murid bisa melaksanakan ujian secara luring.
"Kemudian setelah melakukan sinkronisasi pada hari pelaksanaan, semua komputer itu terhubungnya dengan server sekolah tanpa harus ada jaringan internet. Kemudian nanti selesai pelaksanaan, maka server sekolah akan terkoneksi lagi dengan server pusat untuk mengunggah semua data respon jawaban murid," kata dia.
Selain itu, Toni juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah siswa di sejumlah sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang harus menunda keikutsertaan dalam TKA. Hal itu disebabkan kendala teknis akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
"Kebetulan ada kendala teknis di Nusa Tenggara Timur, ada pemadaman listrik karena cuaca ekstrem. Sehingga kami sudah memutuskan yang terganggu dengan masalah ini untuk di-reschedule di ujian susulan di tanggal 17 sampai 23 November," ungkapnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























