Kemenag Dorong Gen Z dan Milenial Agar Nyoblos Pada Pemilu 2024

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 12 Feb 2024 18:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Wamenag, dalam acara Pemilove yang dihadiri tiga ribu anak muda itu, Kemenag memberikan kesadaran politik kebangsaan kepada Generasi Z dan Milenial.
tirto.id - Kementerian Agama (Kemenag) meminta seluruh Generasi Z dan Milenial yang masuk kategori pemilih pemula ikut memberikan hak konstitusinya dengan mencoblos di TPS masing-masing pada 14 Februari 2024 mendatang.

Menurut Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, kesuksesan Pemilu 2024 tergantung pada keaktifan pemilih pemula. Sebab, kata dia, Pemilu 2024 didominasi oleh anak muda.

Menilik data survei, tambahnya, jumlah pemilih yang masuk kategori Generasi Z dan Milenial sebanyak 56, 02 persen.

"Menuntut kesadaran kita semua, terlebih adik-adik untuk menyukseskan pemilu pada tanggal 14 Februari 2024. Kesuksesan pemilu 2024 antara lain ditentukan oleh tingkat partisipasi dan keaktifan para pemilih pemula," kata Saiful dalam acara bertajuk Doa Bersama Lintas Agama di JIEXPO, Kemayoran Jakarta, Senin (12/2/2024).

Saiful juga menyeru agar anak-anak muda melek dengan politik kebangsaan, bukan partisan. Menurut Saiful, politik kebangsaan harus tertanam dalam jiwa dan semangat anak-anak muda maupun pemilih pemula.

Dia mengatakan masih banyak persentase kelompok Milenial dan Gen Z ini yang secara politik kebangsaan mulai mengikis alias berkurang.

Oleh karena itu, kata dia, dalam acara Pemilove yang dihadiri tiga ribu anak muda itu, Kemenag memberikan kesadaran politik kebangsaan kepada Generasi Z dan Milenial.

"Maka forum ini menjadi bagian dari usaha kita untuk memberikan kesadaran kepada adik-adik kita, pada pemuda-pemudi kita, tentang politik kebangsaan yang akan kita perjuangkan ke depannya," ucap Saiful.

Menurutnya, Indonesia akan menuju usia emas pada 2045. Maka itu, tambah dia, pemuda menjadi andalan yang sangat diharapkan untuk mewujudkan Indonesia Emas

Dia khawatir bila bonus demografi tidak disikapi dengan baik, tidak ditanamkan semangat politik kebangsaan, demokrasi bisa menjadi pisau bermata dua.

"Jika tidak kita perkenalkan politik kebangsaan tentang komitmen kebangsaan tentu akan memengaruhi Indonesia pada 2045 yang akan datang," tutur Saiful.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, juga mengatakan bahwa acara ini menyasar anak muda agar tidak golput pada 14 Februari 2024 mendatang. Juga, imbuhnya, bertujuan agar anak muda memilih pemimpin sesuai hati nurani.

"Memang sasarannya pemilih pemula, agar besok menggunakan hak pilihnya untuk memilih presiden, wakil presiden, dan wakil rakyat, sesuai dengan hati nurani mereka," kata Yaqut di lokasi.





Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama


Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight