tirto.id - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta membantah penutupan jalan di depan kantor Kementerian Agama DKI Jakarta untuk dijadikan tempat parkir bagi para pegawainya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengungkap, penutupan bukan dilakukan oleh kantor Kementerian Agama DKI Jakarta. Adib juga memastikan kepemilikan jalan itu memang di bawah Kementerian Agama DKI Jakarta, namun telah direlakan untuk proyek perluasan Tol Becakayu.
"Karena itu, kami bersama PUPR menyiapkan bangunan pengganti di belakang, tetapi prosesnya memang cukup panjang karena ada beberapa bangunan yang harus dibongkar terlebih dahulu,” kata Adib dalam keterangan resmi yang dinukil dari laman dki.kemenag.go.id, Kamis (27/11/2025).
Adib mengemukakan, pembangunan fasilitas pengganti masih berlangsung. Kendati demikian, area parkir baru di belakang kantor sudah dapat digunakan sejak akhir Oktober 2025. Oleh karena itu, seluruh kendaraan operasional Kemenag kini dipindahkan ke area tersebut.
“Karena lahan parkir di belakang sudah siap, parkir yang sebelumnya berada di depan sudah kami pindahkan seluruhnya. Itu sebabnya akses jalan sekarang bisa dibuka kembali,” ujar Adib.
Lebih lanjut, dia menerangkan, alasan penutupan jalan di malam hari pun sebagai langkah untuk menjaga keamanan aset negara selama proses pembangunan berlangsung. Sebab, kendaraan yang menjadi aset Kementerian Agama DKI Jakarta selalu berada di luar.
“Itu murni untuk keamanan aset. Sekarang semuanya sudah bisa masuk ke area dalam, sehingga akses bisa dibuka penuh,” ungkap Adib.
Disampaikan Adib, pihak KKDM sebagai perwakilan PUPR juga telah bersurat untuk melakukan pembongkaran pagar pembatas agar jalur tersebut dapat difungsikan kembali sebagai akses publik. Dia pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Faktanya, proses pembangunan fasilitas pengganti memang memerlukan waktu, dan pembangunan tersebut bukan dilakukan oleh kami, melainkan oleh PUPR. Namun komitmen kami jelas: lahan itu kami relakan untuk kepentingan publik,” tutur dia.
Di sisi lain, Dedi Suparman selaku perwakilan Dinas Perhubungan Jakarta Timur membenarkan bahwa persoalan ini telah dibahas dalam rapat khusus sejak November 2025 lalu dengan melibatkan Kemenag dan pihak KKDM selaku pelaksana PUPR. Dia menegaskan, penutupan jalan terjadi karena Kemenag masih membutuhkan ruang parkir selama proses pembangunan berlangsung.
“Kalau proyek di belakang dikerjakan dan jalan depan tetap dibuka, tidak memungkinkan karena lahan parkirnya tidak ada. Kemenag punya pelayanan masyarakat, jadi tamu dan kendaraan harus aman. Tapi sekarang sudah selesai, Insya Allah akses bisa dibuka hari ini,” ungkap Dedi.
Lurah Cipinang Cempedak, Rico Eka Putra, menabahkan, mediasi yang dilakukan telah berjalan damai dan solutif. Dengan dibukanya kembali akses jalan tersebut, Kanwil Kemenag DKI Jakarta berharap mobilitas masyarakat dapat lebih lancar dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Mediasi berjalan baik. Para pihak dengan kelapangan hati dan kepala dingin bisa memberikan solusi terbaik bagi warga. Terima kasih kepada semuanya,” ungkap Rico.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































