tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berkelakar bahwa dirinya memiliki kemampuan setingkat Abu Nawas—tokoh cerdas yang keberadaannya kerap ditampilkan dalam Kisah Seribu Satu Malam.
Menurut Purbaya, kemampuan tersebut ia miliki berkat pengalaman menangani berbagai hambatan investasi selama menjabat di pemerintahan.
“Saya sudah menyidangkan mungkin 600 kasus, 600 sidang terus-menerus selama itu, selama tiga tahun itu. Saya kemampuan hakimnya sudah setingkat Abu Nawas,” ungkapnya disambut oleh gelak tawa para tamu undangan yang hadir dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Hotel Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).
“Dulu ada cerita, Abu Nawas disuruh meriksa oleh raja, ini orang yang mana yang baik? Yang mana yang nipu? Yang mana yang nggak? Dia dipanggil, dia ambil kudanya, kudanya dikasih minyak, terus orang-orang disuruh pegang. Masukin karung, tutup, disuruh pegang. Yang bersalah nggak berani pegang, yang nggak bersalah, dia pegang,” lanjut Purbaya, menceritakan secuil kisah Abu Nawas.
Saat menjadi Wakil Ketua Satgas Debottlenecking di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa tahun yang lalu, Purbaya mengaku pernah melakukan hal serupa. Saat itu, ia bahkan harus menyelesaikan 192 kasus yang berhubungan dengan hambatan investasi senilai Rp894 triliun.
“Kalau saya enggak gitu, saya nggak kasih minyak. Tapi dengan jalannya waktu, setiap sidang kan salaman tuh. Mungkin 20 sidang udah tahu siapa yang bersalah, tangannya dingin. Yang nggak bersalah, hangat. Lama-lama kita tahu yang ini salah ini. Saya punya anak buah polisi, oke lu periksa orang itu. Betul, dia yang bersalah. Jadi saya udah setingkat Abu Nawas," ujar dia.
Terlepas dari itu, ia menyayangkan iklim investasi Indonesia yang sampai saat ini masih cenderung berantakan. Sehingga, membuat pertumbuhan realisasi investasi Indonesia kalah dengan negara-negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand, Singapura, maupun Malaysia.
“Kalau nggak [berantakan], kita sudah lari ekonominya, investasi udah ngebut. Sekarang kita sama Vietnam kalah, sama Thailand kalah, sama Singapura kalah, sama Malaysia kalah dalam hal menarik investasi,” jelas Purbaya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































