Menuju konten utama

Kecelakaan Maut Bus ALS, DVI Ungkap Temuan Jenazah Berpelukan

Tim DVI menemukan jenazah anak menempel di bawah ketiak perempuan dewasa. Namun identitas anak tersebut masih didalami.

Kecelakaan Maut Bus ALS, DVI Ungkap Temuan Jenazah Berpelukan
Tim DVI Polda Sumsel memberikab keterangan pers terkait perkembangan identifikasi korban kecelakaan bus ALS-truk tangki di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. FOTO/Irwanto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan berhasil mengidentifikasi jenis kelamin 16 dari 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026). Sementara satu jenazah lainnya belum dapat dipastikan karena baru ditemukan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, mengungkapkan dari identifikasi awal, 16 jenazah yang diterima terdiri atas 13 pria dewasa dan tiga perempuan dewasa. Mayoritas jenazah ditemukan dalam kondisi terbakar.

“Sudah kami identifikasi jenis kelaminnya, yakni 13 laki-laki dewasa dan tiga perempuan dewasa,” ujar Budi, Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, dua jenazah yang ditemukan dalam satu kantong jenazah terdiri atas seorang perempuan dewasa dan seorang anak di bawah lima tahun yang belum diketahui jenis kelaminnya. Jenazah anak tersebut ditemukan menempel di bawah ketiak perempuan dewasa.

“Diduga kedua jenazah ini dalam posisi berpelukan. Untuk bagian tubuh anak ini belum diketahui jenis kelaminnya,” kata Budi.

Budi menjelaskan, Tim DVI terus menggali informasi dari keluarga korban sambil menunggu hasil pemeriksaan DNA. Keterangan keluarga menjadi data pendukung ante mortem dalam proses identifikasi korban.

Misalnya, Tim DVI menerima informasi adanya dua penumpang bus ALS berjenis kelamin laki-laki yang mengenakan kalung. Namun, dalam pemeriksaan post mortem ditemukan dua jenazah memakai kalung, yakni satu laki-laki dan satu perempuan.

“Ada foto yang ditunjukkan keluarga terkait korban yang memakai kalung identik dan disebut laki-laki. Tapi dari pemeriksaan, jenazah yang memakai kalung justru perempuan. Ini perlu pemeriksaan mendalam dan belum bisa dipastikan jenazah yang dimaksud,” ujar Budi.

Budi meminta keluarga korban bersabar menunggu hasil identifikasi. Tim DVI tidak ingin terburu-buru karena kondisi seluruh korban sangat sulit dikenali.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan DNA, paling cepat sekitar lima hari hingga dua pekan baru bisa diketahui,” kata Budi.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Anggun P Situmorang