tirto.id - Tiga korban selamat dalam kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Satu korban di antaranya harus dievakuasi menggunakan helikopter.
Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, mengungkapkan, evakuasi direncanakan dilakukan besok, Jumat (8/5/2026) pagi. Dua korban menggunakan jalur darat dan satu korban atas nama Ngadiono (44) asal Pati, Jawa Tengah, dibawa melalui transportasi udara.
Ngadiono mengalami luka bakar 50 persen, sementara Jumiatun (35) istri Ngadiono dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Jawa Tengah, mengalami luka bakar 90 persen sehingga tidak bisa dibawa menggunakan helikopter.
"Besok dirujuk ke Palembang, satu korban harus dibawa pakai helikopter," ungkap Kepala RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang Kombes Pol Budi Susanto, Kamis (7/5/2026).
Budi menyebut ketiga korban telah menjalani tindakan operasi di RSUD Rupit, Muratara. Karena itu, diperlukan penanganan medis lebih optimal pascatindakan.
"Kita khawatirkan risiko pascatindakan atau kejadian, apalagi korban terbakar, seperti infeksi atau risiko lebih fatal lagi," kata Budi.
Terkait proses identifikasi 16 korban meninggal, Budi menyebut Tim DVI Polda Sumsel dan Mabes Polri mengalami kesulitan karena kerusakan tubuh seluruh korban mencapai 99 persen atau terbakar hangus. Kebakaran itu menyebabkan korban tak utuh lagi hingga tulang dan gigi hancur.
"Kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali karena terbakar hangus. Tak hanya rambut, tulang dan gigi tak utuh lagi, sudah pecah dan hancur," kata Budi.
Saat ini, tim DVI masih mengumpulkan sampel yang masih dianggap akurat ke Laboratorium Forensik Mabes Polri. Paling tidak hasilnya memerlukan waktu 5 sampai 14 hari.
"Besok pagi kami kirim lewat jalur udara. Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim," kata Budi.
Dari 16 kantong jenazah yang diterima, Tim DVI baru menerima 11 sampel dari keluarga. Dia berharap keluarga yang belum mengirimkan sampel dapat segera datang ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.
"Kami masih menunggu pihak keluarga dari lima jenazah untuk pengambilan sampel," kata Budi.
Penulis: Irwanto
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






























