Menuju konten utama

Karyawan Kompas TV Dilaporkan Hilang usai Kecelakaan KA Bekasi

Ainia disebut belum berhasil dihubungi oleh keluarganya dan namanya belum terdata di sejumlah rumah sakit sekitar lokasi kejadian usai kejadian kecelakaan.

Karyawan Kompas TV Dilaporkan Hilang usai Kecelakaan KA Bekasi
Karyawan Kompas TV bernama Nur Ainia Eka Rahmadyna dilaporkan hilang kontak setelah insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). FOTO/KompasTV

tirto.id - Karyawan Kompas TV bernama Nur Ainia Eka Rahmadyna dilaporkan hilang kontak setelah insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Informasi tersebut diumumkan melalui akun media sosial @kompastv.

Dalam keterangannya, Kompas TV menyebut Ainia belum berhasil dihubungi oleh keluarganya dan namanya belum terdata di sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian. Dia diketahui berdomisili di wilayah Tambun Selatan, Bekasi.

“Kami memohon bantuan Sahabat KompasTV dan masyarakat luas untuk memberikan informasi terkait keberadaan rekan kami, Nur Ainia Eka Rahmadhynna (Ain), yang dilaporkan hilang kontak pascakecelakaan kereta di area Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026,” tulis Kompas TV melalui instagramnya.

Adapun ciri-ciri terakhir yang dikenali, Ainia disebut mengenakan jilbab putih, baju berwarna cerah, serta celana jeans saat kejadian.

Pihak keluarga juga menyertakan sejumlah nomor kontak yang bisa dihubungi apabila masyarakat memiliki informasi terkait keberadaan korban. Berikut kontak yang bisa dihubungi:

0813-1031-4907 (Bapak Hari Marwata)

0815-1007-0119 (Arman)

0821-2528-2163 (Ian)

Sebagai informasi, kecelakaan kereta api tersebut terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya menabrak satu unit KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini terjadi pada Senin malam, sekira pukul 20.52 WIB.

Akibat benturan itu, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek merangsek masuk ke gerbong KRL yang ia tabrak. Sejumlah korban terhimpit material gerbong dan lokomotif karenanya

Belasan korban tewas telah terkonfirmasi hingga Selasa (28/4) siang, sementara puluhan lain mengalami luka-luka.

Menurut Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, penyebab kecelakaan hingga kini belum dapat dipastikan seiring proses evakuasi yang masih berlangsung hingga Selasa siang. Proses investigasi penyebab insiden, kata Duddy, akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERETA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher