tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Kesiapan dalam Rangka Tanggap Darurat Bencana yang dilaksanakan di Lapangan Markas Komando (Mako) Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/10/2025) pagi.
Dalam amanatnya, Listyo mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki periode cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi.
"Diharapkan seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan,“ kata Listyo.
Listyo mengungkapkan berdasarkan survei World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana alam tertinggi, serta memiliki karakter risiko kompleks dan tingkat kerentanan yang relatif tinggi.
Sementara itu, berdasarkan data BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia disebutnya telah memasuki musim hujan, dimana puncaknya diperkirakan terjadi secara bertahap dari November 2025 hingga Januari 2026.
"Meningkatnya curah hujan tersebut berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga gelombang tinggi, khususnya pada beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera bagian Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua," jelasnya.
Dalam menghadapi berbagai tantangan bencana alam tersebut, Listyo menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama dalam penanganan bencana.
Ia pun mengimbau personel kepolisian untuk melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan BMKG serta berbagai pihak terkait lainnya di wilayah masing-masing.
"Kedua, berikan informasi dan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana. Ketiga, pastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, termasuk peralatan evakuasi, kendaraan operasional, serta ketersediaan bantuan logistik pendukung, sehingga dapat segera digerakkan kapanpun dibutuhkan," serunya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel kepolisian untuk meningkatkan koordinasi dan sinergisitas dengan seluruh stakeholder terkait, seperti TNI, BNPB, Basarnas, BMKG, Pemerintah Daerah, hingga relawan dan masyarakat.
Apel kesiapan itu lalu diakhiri dengan pengecekan langsung terhadap personel, kendaraan taktis, peralatan SAR, dan logistik penanganan bencana oleh Listyo.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































