tirto.id - Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2025 direncanakan digelar pada Jumat, 15 Agustus mendatang. Salah satu agenda penting dalam sidang ini adalah pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Sidang Tahunan MPR 2025 merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Dari tahun ke tahun, agenda ini menjadi ajang presiden untuk menyatakan apa yang telah dan akan dilakukan pemerintahannya. Bagi Prabowo Subianto, pidato pada Jumat mendatang akan jadi yang pertama sejak ia terpilih jadi Presiden Indonesia ke-8.
Namun, berbeda dari gelaran sidang pada tahun sebelumnya, agenda Sidang Tahunan MPR 2025 kali ini digelar pada 15 Agustus, bukan 16 Agustus seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dimajukannya sidang tahunan kali ini diputuskan karena 16 Agustus 2025 bertepatan dengan hari Sabtu.
"Presiden setuju untuk diselenggarakan sidang tahunan MPR pada hari Jumat, bahkan Presiden menyatakan bahwa sidang MPR mungkin bisa dilaksanakan satu hari sebelumnya, yakni pada Kamis, 14 Agustus 2025," ujar Muzani pada 24 Juli lalu, dikutip dari laman MPR RI.
Agenda tahunan ini akan diselenggarakan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Menukil Antara, kini sejumlah fasilitas Kompleks Parlemen tengah dipercantik jelang sidang pada Jumat mendatang.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang tahunan nanti juga akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk para presiden dan wakil presiden terdahulu.
Rangkaian Agenda Sidang Tahunan MPR 2025
Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah menyatakan bahwa Sidang Tahunan MPR 2025 akan digelar dengan format acara serupa dengan tahun 2024 lalu.
Pada tahun 2024 lalu, agenda Sidang Tahunan MPR RI diselenggarakan bersamaan dengan Sidang Bersama DPR-DPD. Rangkaian ini juga akan dilakukan pada tahun 2025 ini.
"Itu hari Jumat [15 Agustus], jadi mulainya dari 9.30 WIB, menjadi satu rangkaian dengan Sidang Bersama DPR dan DPD. Jadi seperti tahun 2024," katanya pada Jumat (8/8) lalu, dikutip dari Antara.
Menurut Siti Fauziah, agenda sidang tahunan pada Jumat mendatang tidak akan membacakan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang Daftar Inventarisasi Masalah (DIM)-nya telah selesai dibahas MPR.
"Tidak [dibacakan], kalau PPHN itu kalau mau ada kelanjutannya, itu masih akan dilaporkan kepada Pak Presiden. Jadi itu masih dipelajari lagi oleh Pak Presiden, nanti baru tidak lanjutnya akan disampaikan ke MPR," kata Siti Fauziah.
Sebelumnya, pada 24 Juli lalu, Ketua MPR Ahmad Muzani menyatakan bahwa Prabowo meminta konsep PPHN dikaji ulang dan disempurnakan, sebelum ditetapkan sebagai produk hukum macam TAP MPR dan undang-undang.
"Tadi Presiden minta agar dikaji ulang kembali untuk disempurnakan, setelah itu kemudian nanti akan dibutuhkan dengan produk apa PPHN ini akn dilakukan," tuturnya, pasca menyerahkan undangan Sidang Tahunan MPR 2025 ke Prabowo.
Hingga artikel ini ditulis, rangkaian acara Sidang Tahunan MPR 2025 belum dirilis secara resmi oleh MPR atau instansi lain yang terkait.
Akan tetapi, mengacu penyelenggaraan sidang tahunan pada 2024 lalu, ada sejumlah agenda penting yang akan dilakukan pada sidang tahunan 2025. Berikut beberapa di antaranya:
- Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
- Mengheningkan cipta.
- Pidato pembuka dan pengantar Sidang Tahunan MPR 2025 oleh Ketua MPR.
- Pidato pengantar Sidang Bersama DPR dan DPD oleh Ketua DPR.
- Pidato kenegaraan tentang HUT RI ke-80 dan kinerja lembaga negara oleh Presiden RI.
- Pidato penutupan Sidang Bersama DPR dan DPD oleh Ketua DPR.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































