Menuju konten utama

Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?

Puncak hujan meteor Leonis Minorid diprediksi terjadi pada 24 Oktober 2025. Ketahui cara melihat fenomena astronomi ini.

Kapan Hujan Meteor Leonis Minorid, Cara Lihat, & Jam Berapa?
Seorang pria mengarahkan senternya ke Bimasakti saat puncak hujan meteor Perseid di taman nasional Mavrovo di Macedonia, Minggu (12/8). ANTARA FOTO/REUTERS/Ognen Teofilovski
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salah satu peristiwa astronomi yang terjadi pada Oktober 2025 ini adalah hujan meteor Leonis Minorid. Ketahui kapan hujan meteor Leonis Minorid dan cara lihatnya.

Hujan meteor Leonis Minorid menjadi fenomena astronomi terakhir yang dapat dinikmati sepanjang Oktober 2025 ini. Tepatnya yakni setelah hujan meteor Orinoid.

Meteor Leonis Minorid berasal dari rasi Leo Minor di belahan langit utara. Hujan meteor ini diperkirakan akan terjadi pada 24 Oktober 2025.

Jika pada hujan meteor Orinoid terjadi cukup aktif dengan puluhan meteor per jam, intensitas hujan meteor Leonis Minorid ini tidak sebanyak Orinoid. Namun, peristiwanya tetap memberikan pertunjukan menarik bagi pengamat langit.

Lalu, apa itu hujan meteor Leonis Minorid dan kapan puncaknya? Simak penjelasannya beserta cara melihat fenomena astronomi ini.

Apa Itu Hujan Meteor Leonis Minorid

Hujan meteor Leonis Minorid adalah hujan meteor yang jarang terlihat dan berasal dari rasi bintang Leo Minor. Puncaknya terjadi setiap tahun pada 24 Oktober.

Mengutip laman COSMOBC (17/10/2025), pada puncak hujan meteor Leonis Minorid ini hanya tampak sekitar dua meteor per jam. Semua meteor di hujan meteor jenis ini bergerak dengan kecepatan mencapai 62 km/detik dan sering kali menghasilkan garis-garis cahaya terang dan cepat yang menghilang dalam beberapa detik.

Hujan meteor Leonis Minorid ini jarang memiliki laju zenithal per jam (ZHR) lebih tinggi dari 2 meteor per jam. Hal ini menjadikannya sulit ditemui, bahkan bagi pengamat langit berpengalaman.

Adapun meteor-meteornya sendiri bisa sangat redup, mudah tersapu oleh cahaya kota atau bulan purnama. Untuk dapat melihat fenomena ini, pengamat membutuhkan langit yang gelap dan cerah, tidak berawan.

Pada meteor Leonis Minorid, para astronom menduga berasal dari komet periode panjang, kemungkinan komet C/1739 K1). Namun, hal ini masih perlu dipastikan.

Meteor Leonis Minorid dinamai berdasarkan posisi radiannya yang terletak di rasi bintang Leo Minor. Sistem ini sangat berguna untuk mengidentifikasi hujan meteor yang berbeda karena banyak hujan meteor yang aktif pada waktu yang sama sepanjang tahun.

Kapan Puncak Hujan Meteor Leonis Minorid & Jam Berapa?

Hujan meteor Leonis Minorid berlangsung dari 19 hingga 27 Oktober. Puncaknya diperkirkan terjadi pada 24 Oktober.

Fenomena astronomi ini dapat diamati hanya pada malam hari. Pengamat dapat mulai melihatnya setelah matahari terbenam.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Leonis Minorid yakni pada tengah malam atau dini hari. Pastikan pula tempat untuk mengamati hujan meteor Leonis Minorid jauh dari polusi cahaya dan terbuka agar lebih leluasa melihatnya.

Cara Melihat Hujan Meteor Leonis Minorid

Untuk melihat fenomena astronomi berupa benda-benda di langit, pengamat bisa melihatnya langsung dengan mata. Namun, perlu memperhatikan waktu, lokasi, dan perlengkapan.

Hal paling utama dari melihat hujan meteor Leonis Minorid adalah langit gelap. Fenomena ini tidak dapat ditangkap jika terlalu banyak polusi cahaya seperti kondisi di perkotaan.

Untuk itu, pengamat perlu menemukan langit gelap dengan melihat peta dan mencari perdesaan terdekat atau hutan. Bisa juga lahan publik lainnya yang polusi cahayanya lebih sedikit.

Biasanya, pengamat membutuhkan lokasi jauh dari cahaya kota, sekitar 50 km dari kota-kota besar. Perlu sekitar 30 menit berkendara ke luar kota agar dapat menikmati fenomena astronomi ini.

Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait hujan meteor dapat mengakses tautan berikut ini.

Link Artikel Hujan Meteor

Baca juga artikel terkait HUJAN METEOR atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat