tirto.id - Pasang surut air laut merupakan salah faktor tinggi rendahnya aktivitas ikan. Bagi Anda yang hobi memancing dan berencana memancing ikan di bulan September 2025, simak informasi dan penjelasan dari kalender mancing September 2025 berikut!
Sebelum memancing, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari cuaca, suhu air, hingga pasang-surut laut. Suhu air berpengaruh besar pada pergerakan ikan karena metabolisme mereka bergantung pada kondisi tersebut.
Umumnya, pemancing berpengalaman akan menghindari suhu ekstrim, maksudnya terlalu dingin di musim panas atau terlalu hangat di musim dingin. Begitu juga dengan pasang-surut, saat air bergerak ikan lebih aktif. Sedangkan ketika air tenang ikan cenderung pasif dan kurang berminat mencari makan.
Bulan September Musim Ikan Apa?
Bulan Agustus dan September merupakan puncak musim ikan. Ikan seperti kakap dan bawal laut cenderung mendekat ke perairan pantai sehingga lebih mudah dijangkau nelayan.
Selain itu, berdasarkan nilai indeks penangkapan ikan, menunjukkan penangkapan ikan kembung banyak terjadi di bulan Juli sampai Oktober. Dengan puncak aktivitasnya pada bulan September.
Aktivitas ikan sangat dipengaruhi oleh koefisien pasang surut laut. Sebab koefisien pasang surut dapat mengubah kondisi lingkungan seperti pergerakan air, nutrisi, dan akses habitat.
Sehingga hal tersebut berdampak pada pola makan harian ikan. Sejumlah jenis ikan cenderung lebih aktif mencari makan pada saat air laut sedang pasang naik.
Aktivitas Ikan Tertinggi Bulan September 2025
Dilansir dari situs Pasang Laut Fishing Rock, aktivitas ikan di bulan September terbilang cukup tinggi. Dalam 30 hari, aktivitas ikan berstatus rendah total hanya 4 hari dan dengan 10 hari berstatus aktivitas tinggi.
Adapun aktivitas berstatus sangat tinggi diprediksi mencapai total 6 hari dan selebihnya berstatus sedang dengan total 10 hari.
Aktivitas sangat tinggi di bulan September berada pada tanggal 7, 8, 20, 21, 22, 23. Purnama merupakan salah satu penyebab aktivitas ikan sangat tinggi. Sebab arus laut yang kuat memicu pergerakan organisme laut.
Selain itu, pada tanggal 7 dan 8 September aktivitas diprediksi sangat tinggi karena koefisien pasang-surut laut tinggi yang menyebabkan arus laut menguat. Meski tidak berada pada fase bulan purnama.
Catatan: data di atas merupakan prediksi aktivitas ikan versi situs Fishing Rock. Data dapat berbeda tergantung dengan kondisi perairan di Indonesia.
Kalender Mancing September 2025
Salah satu hal yang kurang menyenangkan saat memancing adalah kail yang tak kunjung disambar ikan. Dengan memahami kalender mancing, Anda bisa memperkirakan aktivitas ikan, sehingga peluang mendapatkan tangkapan menjadi lebih besar.
Berikut kalender mancing September 2025:
- 1 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 2 September 2025: aktivitas ikan rendah
- 3 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 4 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 5 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 6 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 7 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 8 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 9 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 10 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 11 September 2025: aktivitas ikan rendah
- 12 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 13 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 14 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 15 September 2025: aktivitas ikan rendah
- 16 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 17 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 18 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 19 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 20 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 21 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 22 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 23 September 2025: aktivitas ikan sangat tinggi
- 24 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 25 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 26 September 2025: aktivitas ikan rendah
- 27 September 2025: aktivitas ikan sedang
- 28 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 29 September 2025: aktivitas ikan tinggi
- 30 September 2025: aktivitas ikan tinggi
Penulis: Arif Budiman
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id































