tirto.id -
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) berharap paket stimulus fiskal periode Juni-Juli 2025, yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah, dapat menyasar dunia usaha.
Sebab, menurut Ketua Umum Kadin Jakarta Diana Dewi, gelontoran stimulus yang diumumkan Menteri Keuangan senilai Rp24,44 triliun tersebut belum menyentuh pelaku bisnis.
“Lima sektor yang diberikan stimulus tidak secara langsung berdampak pada para pelaku usaha,” katanya kepada Tirto, Rabu (4/6/2025).
Adapun lima sektor yang mendapatkan paket stimulus fiskal ini adalah transportasi, tarif tol, bantuan sembako, subsidi upah, dan iuran jaminan kecelakaan kerja.
Menurut Diana, dalam kondisi perekonomian saat ini pelaku usaha juga membutuhkan stimulus untuk menyeimbangkan neraca keuangan perusahaan untuk menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Dengan begitu, biaya operasional dan neraca keuangan perusahaan bisa tetap stabil sehingga tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya.
Diana pun memperinci bentuk stimulus yang akan berdampak langsung ke dunia usaha, seperti insentif pajak, subsidi bunga pinjaman, akses ke pembiayaan dan permodalan, serta akses ke pasar yang lebih luas di luar pasar tradisional.
Tak hanya itu, ia pun meminta pemerintah untuk mendukung pengembangan infrastruktur, pelatihan dan pengembangan, subsidi untuk sertifikasi, dan pengurangan biaya operasional seperti listrik, air dan lainnya.
“Insentif yang inovasi guna membantu meningkatkan daya saing pengusaha,” tambahnya.
Namun begitu, dia menekankan agar stimulus untuk dunia usaha ini lebih dikhususkan kepada UMKM terlebih dahulu.
“Kami berharap, pemberian stimulus di Juni-Juli 2025 bisa dilanjutkan dengan target lanjutan kepada para pengusaha, khususnya UMKM,” sambungnya.
Baca juga artikel terkait STIMULUS EKONOMI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria
tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































