Menuju konten utama

Kacab Bank BPR di Banyuasin Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

Polisi masih menyelidiki kasus ini meski mencuat dugaan murni bunuh diri.

Kacab Bank BPR di Banyuasin Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar
ilustrasi garis polisi. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Peringatan: Artikel ini memuat informasi terkait bunuh diri. Informasi dalam artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda, teman, kerabat, atau keluarga memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Kepala Cabang Bank BPR Tiur Ganda Banyuasin, Sumatra Selatan, HS (35), ditemukan tewas tergantung di kamar mess. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Korban pertama kali ditemukan karyawan bank yang curiga ketidakhadirannya dalam rapat pagi rutin, Selasa (31/3/2026). Saksi mengajak beberapa rekannya mengecek korban di tempatnya menginap di mess Bank BPR Tiur Ganda di Jalan Merdeka, Kelurahan Pangkalan Balai, Banyuasin III, Banyuasin.

Begitu mengintip dari jendela, para saksi penasaran dengan kejanggalan di dalamnya. Mereka sepakat mendobrak pintu kamar dan kaget bukan main menemukan korban sudah tewas dengan kondisi tergantung di seutas tali.

Polisi datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan selanjutnya olah TKP. Kasus ini masih diselidiki meski mencuat dugaan murni bunuh diri.

"Benar, korban ditemukan sudah meninggal, tergantung seutas tali," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, Kamis (2/4/2026).

Nandang menegaskan seluruh proses telah dilaksanakan sesuai prosedur. Olah TKP dilakukan secara komprehensif bersama unit Inafis dan hasil visum menjadi dasar ilmiah dalam memastikan penyebab kematian secara resmi.

"Penyebabnya masih lidik, kita tunggu hasilnya nanti," kata Nandang.

Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi tekanan atau permasalahan hidup. Orang terdekat bisa diajak konsultasi, bahkan jika perlu meminta bantuan polisi.

"Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang siaga 24 jam," tutup Nandang.

Baca juga artikel terkait KASUS BUNUH DIRI atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Bayu Septianto