Menuju konten utama

Jokowi Rayu Cina Investasi ke RI: Insentif Sudah Kami Persiapkan

Presiden Jokowi mengajak para investor Cina untuk berinvestasi di Indonesia.

Jokowi Rayu Cina Investasi ke RI: Insentif Sudah Kami Persiapkan
Presiden Joko Widodo (tengah) berpidato saat acara peresmian kereta cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (2/10/2023). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.

tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para investor Cina untuk berinvestasi di Indonesia. Dia menilai langkah tersebut merupakan pilihan yang tepat karena mudah dan aman.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri acara Forum Bisnis Indonesia-Cina di China World Hotel, Beijing, Senin (16/10/2023) malam.

“Insentif-insentif juga sudah kami persiapkan, dan tentu saja stabilitas sosial politik yang selalu terjaga. Jadi juga jangan sampai ada yang khawatir mengenai pemilu 2024 yang akan datang karena Indonesia juga sudah berpengalaman melakukan pemilihan umum secara langsung selama lima kali," kata Jokowi.

"So, you don’t need to worry, you just need to hurry. Ini adalah peluang investasi yang tidak hanya menguntungkan Indonesia tetapi juga RRT, karena bagi Indonesia kerja sama itu harus saling menguntungkan, harus sama-sama cuan,” tambah Jokowi.

Dia merinci sejumlah indikator ekonomi di Indonesia menunjukkan capaian positif. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5 persen, neraca dagang yang surplus 41 bulan berturut-turut, Purchasing Manager Index (PMI) berada di level ekspansi selama 25 bulan berturut-turut, dan bonus demografi.

Tidak hanya mengajak berinvestasi, Jokowi juga menuturkan sudah ada 21 investor dari dalam dan luar negeri yang sudah dan akan segera melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Dia merinci nilai total proyek pembangunan yaitu 2 miliar dolar AS.

Dia mengklaim pembangunan infrastruktur dasar dan pusat pemerintahan di Nusantara diperkirakan selesai sampai awal November 2024. Dia mengklaim pembangunan infrastruktur dasar dan pusat pemerintahan di Nusantara diperkirakan selesai sampai awal November 2024.

Turut mendampingi Presiden yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Ad Interim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Erick Thohir, Menteri Desa.

Kemudian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun.

Baca juga artikel terkait KUNJUNGAN KERJA JOKOWI KE CINA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Flash news
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Intan Umbari Prihatin