Menuju konten utama

Jepang Tetapkan Jadwal Penempatan Rudal di Dekat Taiwan

Jepang menjadwalkan penempatan rudal di Pulau Yonaguni pada Maret 2031. Pulau tersebut memiliki letak berdekatan dengan Taiwan.

Jepang Tetapkan Jadwal Penempatan Rudal di Dekat Taiwan
Pulau Yonaguni di Jepang. FOTO/iStockPhoto

tirto.id - Jepang tetapkan jadwal penempatan rudal di sebuah pulau terpencil dekat Taiwan akan mulai dilakukan pada Maret 2031 mendatang. Pengumuman ini dilakukan di tengah sinyal ketegangan antara Tokyo dan Beijing.

Mengutip BBC, jadwal penempatan rudal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Selasa (24/2/2026).

"Rencana [penempatan rudal] saat ini adalah untuk tahun fiskal 2030," kata Koizumi.

Sementara itu, pulau yang jadi lokasi penempatan rudal itu adalah Pulau Yonaguni. Terletak di sebelah barat pulau utama Jepang, Yonaguni hanya berjarak 110 km dari Taiwan dan dapat terlihat dari lepas pantai Taiwan ketika cuaca cerah.

Setidaknya selama satu dekade terakhir, pulau tersebut telah diubah Jepang sebagai pos militer. Unit perang elektronik yang mampu mengganggu komunikasi dan radar musuh direncanakan dipasang di sana pada April-Maret 2027 mendatang.

Sedangkan, rudal yang akan ditempatkan di Yonaguni dilaporkan merupakan rudal darat ke udara (surface-to-air). Dikutip dari Taipei Times, eks Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani pernah menyebut salah satu rudal yang sempat dikabarkan akan dibawa ke Pulau Yonaguni adalah Type 03 Chu-SAM.

Rudal itu buatan Jepang dan disebut mampu mencegat pesawat dan rudal yang melintas. Memiliki jangkauan 50 km dan kemampuan 360 derajat, peluru kendali ini disebut dapat melacak 100 target secara bersamaan dan menyerang hingga 12 target sekaligus.

“Pengerahan ini dapat membantu menurunkan kemungkinan serangan bersenjata terhadap negara kita,” kata Koizumi.

Hubungan Cina dan Jepang sendiri menegang, setidaknya, sejak November 2025 lalu. Kala itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa ada kemungkinan Jepang bakal mengerahkan militernya jika Cina menyerang Taiwan.

Cina yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya kemudian membalas pernyataan itu dengan serangkaian serangan ekonomi. Hal itu termasuk larangan memakan produk laut Jepang, menghentikan rilis film Jepang, dan peringatan agar warga negara mereka tak mengunjungi Jepang.

Belakangan, Cina kembali "menyerang" Jepang secara ekonomi dengan melakukan pembatasan ekspor terhadap 20 perusahaan Jepang. Beijing menyebut pembatasan itu dilakukan demi keamanan nasional.

Cina Sempat Kritik Rencana Penempatan Rudal Jepang

Sebelum rencana penempatan rudal Jepang di Yonaguni diumumkan, Cina sempat mengkritik pada akhir 2025. Beijing menyebut rencana itu sebagai upaya "menciptakan ketegangan regional dan provokasi konfrontasi militer".

Kritik itu dilayangnya juru bicara Luar Negeri Cina Mao Ning dalam konferensi pers rutin pada Senin (23/11/2025) lalu. Mao Ning menyebut bahwa keputusan Jepang untuk mengerahkan rudal di Yonaguni akan mengganggu situasi kawasan.

"Kekuatan sayap kanan di Jepang ... sedang membawa Jepang dan kawasan ini menuju bencana," katanya, dikutip dari CNBC.

Berkebalikan dari Beijing, Taipei menyambut penempatan rudal Jepang secara positif kala itu. Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Francois Wu menyebut bahwa keputusan Jepang itu akan menjaga keamanan Selat Taiwan.

"Jadi, tentu saja, ini bermanfaat bagi kepentingan nasional kita karena Jepang tidak memiliki ambisi teritorial atau permusuhan terhadap Taiwan," kata Wu.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar