tirto.id - Sebanyak 360 jemaah haji Indonesia dari kloter 44 Embarkasi SOC atau Surakarta tiba di Makkah sebelum waktu zuhur. Para jemaah yang berasal dari Kabupaten Kudus ini dijadwalkan melaksanakan umrah wajib pada Kamis malam (7/5/2926) sekitar pukul 22.00 waktu Arab Saudi.
Kepala Sektor 5 Wilayah Raudhah, Muh. Ikhsan, mengatakan kondisi jemaah tentu lelah setelah melakukan perjalanan jauh sekitar 10-11 jam. Ditambah lagi, lima jam sebelum take off mereka sudah didorong ke bandara karena fast track.
"Terus sampai di Jeddah langsung didorong ke sini," kata Ikhsan kepada Tim Media Center Haji (MCH) di sela-sela menerima kedatangan jemaah, Kamis (7/5/2026).
Karena itu, kata Ikhsan, dia meminta kepada petugas kloter selama di perjalanan agar jemaah istirahat. Di sisi lain, jemaah juga diimbau agar menjaga ihramnya karena mereka sudah pakai ihram sejak di Indonesia.
“Dari embarkasi, mereka sudah diminta untuk berpakaian ihram, walaupun belum berniat ihram," kata Ikhsan menambahkan.
Karena itu, kata Ikhsan, jemaah tidak langsung melakukan umrah wajib, melainkan istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga sebelum tawaf dan sa'i yang memerlukan tenaga ekstra. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan PPIH Arab Saudi Daker Makkah, umrah wajib bagi jemaah kloter 44 SOC baru dilakukan pada malam hari.
Selain itu, kata Ikhsan, pihaknya juga meminta tim medis untuk mengecek kesehatan jemaah.
"Insyaallah kami terus koordinasi dengan petugas kloter dan petugas rombongan," kata dia.
Hal senada diungkapkan Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal. Ihsan menjelaskan prosedur pelaksanaan umrah wajib bagi jemaah gelombang kedua pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan gelombang pertama yang datang dari Madinah.
Setelah tiba di Makkah, jemaah akan diarahkan menuju hotel masing-masing untuk melakukan proses check-in. Namun, jemaah tidak langsung diberangkatkan untuk melaksanakan umrah wajib.
"Kami berikan waktu untuk istirahat untuk menjaga kebugaran dan fisiknya. Perjalanan dari Tanah Air begitu panjang. Sampai bandara Jeddah, langsung diberangkatkan ke Makkah. Jadi, jemaah perlu istirahat," ungkap Ihsan di Kantor Daker Makkah, Rabu (6/5/2026) malam.
Ihsan menegaskan aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam pengaturan skema ini. Setelah kondisi jemaah dinilai cukup bugar, barulah dijadwalkan pelaksanaan umrah wajib.
Secara umum, waktu pelaksanaan umrah wajib ditetapkan pada pukul 22.00 bagi jemaah haji yang tiba di Makkah pada pagi hingga siang hari. Sementara bagi jemaah yang tiba di Makkah pada sore dan malam hari pertama, maka jadwal umrah wajibnya adalah pukul 10.00 pagi.
Penentuan waktu ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di Masjidil Haram. Waktu tersebut dipilihkarena jemaah haji lain biasanya telah selesai melaksanakan salat Subuh dan mulai meninggalkan area Masjidil Haram.
Namun, jadwal tersebut bersifat fleksibel sesuai kondisi jemaah dan kesiapan transportasi.
"Ketika jemaah sudah siap, mungkin jam 8 atau jam 9, dan transportasi pun sudah siap, kita bisa memberangkatkan," kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































