tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengingatkan jemaah haji Indonesia gelombang kedua agar sudah mengenakan ihram sejak dari embarkasi sebelum bertolak menuju Arab Saudi. Imbauan itu disampaikan karena jemaah gelombang kedua akan langsung mendarat di Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalankan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, mengatakan ketentuan ihram perlu diperhatikan secara serius agar ibadah jemaah berjalan sesuai tuntunan manasik.
“Kami juga ingin mengingatkan kepada jemaah haji gelombang kedua yang memang berangkat dari tanah air menuju ke Jeddah agar memperhatikan ketentuan ihram sejak dari embarkasi,” kata Maria, melalui konferensi pers yang ditayangkan di akun Youtube resmi Kementerian Haji dan Umrah, Rabu (13/5/2026).
Maria menjelaskan pengingat tersebut perlu disampaikan berulang karena jemaah gelombang kedua tidak lagi singgah di Madinah, melainkan langsung menuju Makkah setibanya di Arab Saudi.
“Ini penting untuk diingatkan secara berulang karena jemaah gelombang kedua akan langsung menuju ke Makkah, sehingga wajib mempersiapkan diri untuk berihram sesuai ketentuan manasik,” ucap Maria.
Ia meminta jemaah memastikan kain atau pakaian ihram telah dikenakan dengan benar sebelum melewati miqat. Selain itu, niat ihram juga diminta mengikuti arahan pembimbing ibadah dan petugas kloter.
“Agar jemaah dapat menjaga kesempurnaan ibadahnya, pastikan kain ihram atau pakaian ihram sudah digunakan dengan benar sebelum melewati miqat. Niat ihram agar dilakukan sesuai dengan arahan pembimbing ibadah dan petugas kloter,” tutur Maria.
Maria menyebut Kemenhaj RI juga meminta jemaah memahami kembali larangan-larangan ihram serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan dari embarkasi hingga tiba di Makkah.
“Jemaah juga diminta untuk kemudian memahami kembali larangan-larangan ihram, menjaga ketertiban selama perjalanan, serta mengikuti seluruh arahan petugas sejak di embarkasi, selama penerbangan, hingga nantinya tiba di Jeddah dan bergerak menuju ke Makkah,” kata Maria.
Selain mengingatkan soal ihram, dia juga meminta jemaah tidak mengambil keputusan sendiri terkait tata cara ibadah tanpa berkonsultasi dengan petugas.
“Maka dari itu, bagi jemaah yang masih ragu terkait dengan tata cara ihram, niat, kemudian miqat, maupun larangan-larangannya, jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing ibadah, petugas kloter, ketua rombongan, maupun juga petugas layanan terdekat, dan jangan mengambil keputusan sendiri tanpa bimbingan petugas,” ucap Maria.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































