tirto.id - Pemerintah Kota YogyaKarta telah mengosongkan depo-depo sampah di wilayahnya. Langkah ini sebagai persiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, membeberkan sasaran utama pengosongan adalah depo-depo adalah di kawasan pariwisata.
“Pertama yang kosong depo Purawisata, Mandala, Argolubang, ini sirip-sirip yang sudah siap [dilakukan pengosongan],” kata Rajwan dalam jumpa pers kesiapan libur Nataru di Balaikota Yogyakarta pada Rabu, (17/12/2025).
Selain itu, DLH Kota Yogyakarta juga menyiapkan petugas untuk mengosongkan depo sampah di Serangan, Ngasem, dan Pengok. “Ini terus kita gerus dan kita jadwalkan lagi tanggal 22 dan 24 ini kita gerus juga,” imbuhnya.
Rajwan bilang, ke depan akan memastikan depo-depo sampah yang ada di kawasan Sumbu Filosofi kosong untuk mengantisipasi lonjakan sampah.
Sebelumnya, Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, juga mengatakan telah menutup depo Kotabaru. “Depo sampah Anda boleh cek hari ini ya. Saya kira hari ini, tadi sebelum ke sini saya sudah cek di Mandala Krida sudah bersih. RRI (depo Kotabaru) sudah saya tutup,” kata Hasto diwawancarai di UGM, pada Jumat (12/12/2025).
Politisi PDIP itu menjelaskan, penutupan depo merupakan langkah dari Pemkot Yogyakarta dalam menyambut musim libur Nataru. “Sudah bersih karena ada peringatan Natal. Maka (depo) RRI saya tutup, saya alihkan ke tempat lain. Dan saya akan pertahankan di Natal dan tahun baru ini supaya depo-depo ini bersih," ujarnya.
Hasto menilai, pada saat pergantian tahun baru biasanya Kota Yogyakarta akan mengalami overload sampah. Bahkan, volumenya dapat bertambah hingga dua kali lipat.
“Karena pengalaman yang lalu-lalu selalu begitu. Mereka lesehan di sepanjang Malioboro itu, bunderan betul-betul padat,” tukasnya.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































