Menuju konten utama

Jam Puncak, Fakta, & Cara Melihat Hujan Meteor Lyrid Nanti Malam

Hujan meteor 2026 terbaru akan diwarnai dengan kehadiran hujan meteor Lyrid pada malam nanti. Jika cuaca cerah, meteor yang masuk ke Bumi bisa terlihat.

Jam Puncak, Fakta, & Cara Melihat Hujan Meteor Lyrid Nanti Malam
Ilustrasi Hujan Meteor.foto/shutterstock

tirto.id - Hujan meteor Lyrid akan terjadi pada Kamis (23/4/2026) dini hari nanti. Salah satu fenomena hujan meteor 2026 ini dapat disaksikan di langit Indonesia. Berikut jam puncak fenomena dan cara melihatnya.

Bulan April diperkirakan menjadi waktu terjadinya fenomena hujan meteor Lyrid. Pada jam puncaknya nanti, hujan meteor ini akan membuat langit malam tampak dihiasi dengan kilatan cahaya jika dilihat dengan cara yang tepat.

Hujan meteor Lyrid ini merupakan fenomena langit yang terjadi setiap tahun. Waktu terjadinya hujan meteor ini bervariasi, antara pertengahan hingga akhir April.

Hujan meteor sendiri merupakan fenomena ketika sisa-sisa debu komet bergesekan dengan Bumi. Hal ini terjadi karena gerak lintas Bumi ketika mengorbit Matahari.

Debu-debu komet yang bergesekan dengan Bumi itu lalu tertarik oleh gravitasi dan masuk ke dalam atmosfer dengan kecepatan tinggi. Dengan kecepatan mencapai 50 km/detik, gaya gesek yang terjadi membuat udara di sekitarnya memanas, menciptakan garis cahaya singkat di langit.

Lantas, bagaimana dengan hujan meteor Lyrid, apakah hujan meteor ini terjadi karena hal tersebut?

Fakta-fakta Hujan Meteor Lyrid

Dinukil dari Royal Museums Greenwich, hujan meteor Lyrid juga tercipta karena debu sisa komet. Proses terjadinya Lyrid dikaitkan dengan Komet C/1861 G1 Thatcher.

Hujan meteor ini adalah salah satu yang paling tua yang tercatat oleh manusia. Catatan pertama manusia tentang pengamatan hujan meteor Lyrid bertarikh 678 SM.

Komet C/1861 G1 Thatcher sendiri pertama ditemukan manusia pada 5 April 1861. C/1861 G1 Thatcher merupakan Komet dengan periode orbit yang panjang, sekitar 415,5 tahun untuk menyelesaikan satu kali putaran penuh mengelilingi matahari.

Sisa-sisa debu Komet C/1861 G1 Thatcher ketika mengorbit ini lah yang kemudian menjadi sumber hujan meteor Lyrid. Debu Komet ini juga diperkirakan telah berusia ratusan tahun sebelum akhirnya masuk ke orbit Bumi seperti malam nanti.

Hujan meteor Lyrid dapat dilihat dengan mata telanjang karena gesekan yang terjadi antara debu Komet dengan atmosfer Bumi. Debu Komet pada hujan meteor Lyrid masuk atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 49 km/detik, hal ini membuat gesekan udara menghasilkan panas ekstrem dan membuat partikel debu menyala.

Selama jam puncaknya, hujan meteor Lyrid ini dapat menghasilkan 15 hingga 20 meteor per jam. Intensitas itu tergolong menengah dalam standar astronomi.

Akan tetapi, untuk melihat hujan meteor ini, perlu cara pengamatan yang tepat. Meskipun dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa teleskop, mengamati hujan meteor Lyrid perlu sejumlah hal yang harus disiapkan.

Jam Puncak dan Cara Mengamati Hujan Meteor Lyrid di Indonesia

Seturut laman resmi Universitas Negeri Surabaya, cara mengamati hujan meteor Lyrid di Indonesia bergantung pada tiga hal krusial. Ketiganya adalah waktu pengamatan, arah pandang, dan situasi lokasi pengamatan.

Waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor ini adalah lewat tengah malam hingga sebelum fajar. Dengan kata lain, waktu yang tepat untuk mengamati fenomena ini adalah pada Kamis dini hari.

Hujan meteor Lyrid diperkirakan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026, malam sampai Kamis, 23 April 2026, dini hari. Jam puncak hujan meteor diperkirakan terjadi pada Kamis dini hari nanti pada pukul 02.15 WIB.

Sementara itu, arah pandang yang bisa dituju untuk melihat hujan meteor ini adalah timur laut. Jika tak asing dengan konstelasi bintang, hujan meteor ini dapat dilihat di sekitaran konstelasi Lyra di langit.

Hal lain yang perlu dipahami ketika mengamati hujan meteor Lyrid adalah kondisi lokasi pengamatan. Tingkat visibilitas fenomena langit sangat erat dengan tingkat polusi cahaya di sekitar lokasi pengamatan.

Ketika lokasi pengamatan memiliki tingkat polusi cahaya yang tinggi, maka semakin kecil peluang untuk melihat hujan meteor ini. Oleh karenanya, mencari lokasi yang gelap dan tenang adalah cara terbaik untuk melihat hujan meteor ini.

Selain tiga hal tersebut, pengamatan hujan meteor Lyrid juga bergantung pada cuaca. Hujan meteor dapat terlihat oleh mata telanjang jika langit malam bersih dari tutupan awan atau kabut asap.

Jika semua kondisi telah mendukung, cara berikutnya adalah dengan membiarkan mata beradaptasi dalam kegelapan malam terlebih dahulu. Biarkan mata melihat dalam gelap selama 20 hingga 30 menit sebelum pengamatan. Hal ini harus dilakukan tanpa gangguan cahaya apapun, misalnya, mengecek gawai.

Setelah mata beradaptasi, pengamatan dapat mulai dilakukan dengan melihat langit pada arah kedatangan hujan meteor Lyrid.

Baca juga artikel terkait HUJAN METEOR atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar