tirto.id - Selama bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah. Salah satunya yakni menjalankan puasa sunah, seperti puasa Asyura, Tasua, dan Ayyamul Bidh. Kapan jadwal puasa Muharram 2026 dan bagaimana bacaan niatnya?
Bulan Muharram merupakan salah satu bulan istimewa dengan berbagai keutamaannya. Keistimewaan bulan mulia ini diterangkan dalam QS. At-Taubah ayat 36 yang artinya:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Umat Islam disunahkan untuk berpuasa pada bulan Muharram. Dalam bulan pembuka kalender Hijriah ini, terdapat beberapa puasa sunah yang bisa dilakukan. Termasuk puasa yang hanya ada di bulan tersebut, seperti puasa Asyura dan Tasua.
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. pernah bersabda: “Puasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)
Puasa Asyura dan Tasua hanya ada dalam bulan Muharram dan menjadikannya istimewa. Puasa Tasua dilakukan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura pada 10 Muharram.
Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: “Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh pada sahabatnya juga berpuasa, maka mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah saw., hari Asyura itu hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani’.
Maka, Rasulullah saw. bersabda: ‘Kalau demikian, insyaallah tahun depan kita berpuasa pada hari yang kesembilan.’” (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Kapan Jadwal Puasa Muharram 2026, Asyura hingga Tasua?
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Ini sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menetapkan tanggal tersebut menjadi hari libur nasional.
Organisasi Muhammadiyah juga menetapkan 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan 16 Juni 2026, mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sedangkan, organisasi Nahdlatul Ulama (NU) biasanya akan mengumumkan 1 Muharram mendekati hari tersebut melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).
Mengacu pada penetapan 1 Muharram 1448 H bertepatan dengan 16 Juni 2026, maka tanggal 9 Muharram 1448 H jatuh pada 24 Juni 2026. Kemudian, tanggal 10 Muharram 1448 H pada 25 Juni 2026.
Artinya, pelaksanaan puasa Tasua tahun 2026 (9 Muharram 1448 H) yakni pada Rabu, 24 Juni 2026. Kemudian, puasa Asyura 2026 bisa dilakukan sehari setelahnya: Kamis, 25 Juni 2026.
Selain puasa sunah Tasua dan Asyura, ada pula puasa sunah lain, yaitu puasa Ayyamul Bidh bulan Muharram. Ini dilakukan pada pertengahan bulan Muharram, yakni pada 13–15 Muharram 1448 H atau 28–30 Juni 2026.
Berikut ini rincian jadwal puasa sunah selama bulan Muharram 2026:
- Puasa sunah Tasua: Rabu, 24 Juni 2026 (9 Muharram 1448 H)
- Puasa sunah Asyura: Kamis, 25 Juni 2026 (10 Muharram 1448 H)
- Puasa sunah Ayyamul Bidh: Minggu–Selasa, 28–30 Juni 2026 (13–15 Muharram 1448 H)
Bacaan Niat Puasa Muharram 2026, Asyura hingga Tasua
Sebelum menunaikan ibadah puasa sunah, dianjurkan terlebih dulu membaca niat. Niat puasa sunah Tasua, Asyura, hingga Ayyamul Bidh bisa dibaca pada malam hari hingga sebelum menjelang waktu matahari terbit.
Adapun sebagai puasa sunah, niat juga bisa dibaca pada siang hari. Namun, ini asalkan belum melakukan perbuatan yang bisa membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
Berikut ini niat puasa Tasua, Asyura, dan Ayyamul Bidh dalam bahasa Arab dan huruf latinnya, serta terjemahnya dalam bahasa Indonesia.
Niat Puasa Tasua
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Ayyamul Bidh
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَىNawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah Ta'ala."
Pembaca dapat mengakses artikel mengenai Muharram melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































