tirto.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menyebutkan Presiden Prabowo Subianto masih menggunakan pesawat pribadi dengan kode PK GRD untuk tugas negara. Hal ini dinyatakan menanggapi sorotan masyarakat atas perubahan cat pesawat kepresidenan dengan kode PK A-001.
"Pesawat yang rutin dipakai oleh Presiden Prabowo itu adalah pesawat pribadi beliau sebelumnya. Sampai hari ini, itu yang beliau pakai, yang tulisan bawahnya itu PK GRD," kata Hasan kepada awak media, Selasa (20/5/2025).
Menurut Hasan, pesawat kepresidenan sebelumnya dominan berwarna merah. Kini, warna pesawat kepresidenan disamakan dengan pesawat pribadi Prabowo, yakni putih. Dulu, pesawat pribadi itu digunakan saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan (Menhan).
Menurut Hasan, desain pesawat kepresidenan diubah karena Prabowo masih sering menggunakan pesawat pribadi untuk keperluan negara. Dengan demikian, setelah diganti warna catnya, pesawat kepresidenan bakal menjadi pesawat cadangan untuk agenda presiden.
"Pesawat ini disamakan desainnya supaya jadi pesawat cadangan. Jadi, kalau misalnya ini lagi maintenance, nanti lagi enggak bisa dipakai, pesawat dengan desain yang sama, jadi orang akan kenal bahwa ini adalah pesawat kepresidenan Republik Indonesia," urai Hasan.
Mengutip Antara, pesawat kepresidenan PK A-001 berubah desain dan warna saat digunakan Prabowo berkunjung ke Brunei Darussalam pada 16 Mei 2025. Pesawat PK A-001 terparkir di samping pesawat kepresidenan PK GRD di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Di era Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, pesawat kepresidenan PK A-001 didominasi warna merah di bagian moncong yang makin menipis hingga bagian ekor. Di sisi pesawat, tertera tulisan “Republik Indonesia” yang dibuat berwarna putih hingga terlihat kontras dengan latar merah.
Akan tetapi, pesawat kepresidenan itu saat ini memiliki corak yang mirip dengan PK-GRD, yaitu dengan mayoritas warna putih di seluruh badan pesawat. Ada aksen garis merah yang memanjang di bagian atas dan bawah jendela.
Di bagian atas, aksen garis dibuat lebih tebal dibandingkan dengan di bagian bawah. Sementara itu, tulisan “Republik Indonesia” juga dibuat berwarna hitam, dengan jenis huruf yang berbeda dari desain sebelumnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





























