tirto.id - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, menyatakan bahwa pemerintah pusat menghormati proses hukum yang berlangsung terkait nama Menteri Koperasi, Budi Arie, yang disinggung dalam isi dakwaan terdakwa kasus suap pengamanan situs judi online, Zulkarnaen Apriliantony.
Hasan pun meminta masyarakat tidak langsung mengecap Budi Arie bersalah selam proses hukum masih berlangsung.
"Pemerintah itu menghormati proses hukum. Jadi, biarkan saja proses hukum ini berjalan. Kita yakin proses hukum ini akan membuka semuanya dengan terang benderang," ucap Hasan kepada awak media, Selasa (20/5/2025).
"Jadi, yang salah akan dibilang salah di situ. Yang tidak bersalah juga jangan dipaksakan jadi salah, kan," lanjut dia.
Hasan menyebutkan bahwa pemerintah pusat juga tidak akan mengintervensi keberlangsungan sidang kasus pengamanan situs judol tersebut.
Hasan juga mengaku belum berkomunikasi dengan Budi Arie terkait kasus tersebut. Meski demikian, menurutnya, berkomunikasi dengan Budi Arie bukan hal yang susah dilakukan.
"Bisa telepon, bisa ketemu kapan saja. Jadi, komunikasi itu bukan sesuatu hal yang sulit," kata Hasan.
Diberitalan sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Syahron Hasibuan, membenarkan isi dakwaan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony yang menyinggung nama Budi Arie.
"Iya, benar [isi dakwaan menyinggung nama Budi Arie]," kata Syahron melalui pesan singkat, Minggu (18/5/2025).
Nama Budi Arie disinggung dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) kasus suap pengamanan situs judi online dengan nomor perkara PDM-32/JKTSEL/Eku.2/02/2025.
Selain Zulkarnaen Apriliantony, ada tiga terdakwa lain dalam kasus ini, yaitu Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhjiran alias Agus.
Surat dakwaan tersebut menyatakan bahwa Adhi Kismanto menerima informasi bahwa Budi Arie yang kala itu menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika memberikan arahan untuk tidak melakukan penjagaan website perjudian pada 19 April 2024.
Kemudian, Zulkarnaen dan Adhi Kismanto menemui Budi Arie di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Keduanya meminta Budi Arie berkantor di lantai delapan kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat. Budi Arie pun mengabulkan permintaan itu.
Pada bulan yang sama, Adhi Kismanto bersama seseorang bernama Samsul menemui Zulkarnaen di salah satu restoran di Jakarta Selatan. Zulkarnaen menyebutkan penjagaan website perjudian telah diketahui Budi Arie.
Akan tetapi, Zulkarnaen mengaku operasional website perjudian tetap dapat dilakukan. Pasalnya, Zulkarnaen kala itu mengaku teman dekat Budi Arie.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































