Israel akan Batasi Pasokan Air Bagi Tahanan Palestina

Oleh: Yantina Debora - 3 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Israel akan mengurangi pasokan air, kunjungan keluarga, memasak hingga akses televisi bagi tahanan Palestina.
tirto.id - Menteri keamanan Israel, Gilas Erdan mengumumkan rencana Israel untuk mengurangi pasokan air dan membatasi kunjungan keluarga bagi tahanan Palestina.

Mengutip Haaretz, Erdan mengatakan konsumsi air oleh para tahanan Palestina sangat banyak dan menyebutnya bahwa hal itu sebagai "cara lain bagi mereka untuk menumbangkan negara, yang harus diakhiri."

Untuk itu, Erdan menjelaskan, pihaknya akan memberi "batas yang jelas" pada jumlah air yang dikonsumsi seorang tahanan setiap hari, termasuk berapa kali mereka diizinkan mandi.

Dalam laporan Al Jazeera, Kamis (3/1/2018), Israel juga akan membatasi kunjungan keluarga bagi tahanan Palestina.

Pemerintah Israel berdalih sejumlah tahanan berafiliasi dengan militan Palestina, Hamas.

"Rencana itu juga termasuk mencegah anggota Knesset [parlemen Israel] mengunjungi tahanan Palestina," tambah Erdan.

Tahun lalu, menteri keamanan ini membentuk komite untuk memberlakukan beberapa kebijakan keras bagi mereka yang "melakukan aksi terorisme".

Erdan juga menyampaikan kepada wartawan bahwa pihaknya akan menghapus hak memasak dan membatasi akses menonton televisi. Israel juga akan memblokir dana yang berasal dari otoritas Palestina.


Terkait rencana yang dapat "memperburuk" kondisi tahanan Palestina di penjara Israel itu, Mustafa Barghouti, kepala partai Inisiatif Nasional Palestina, mengatakan pemerintah Israel bertindak seperti itu agar bebas menindas Palestina dengan cara apa pun yang mereka inginkan.

"Satu-satunya cara untuk memaksa Israel menjauhkan diri dari perilaku ini adalah dengan menjatuhkan sanksi kepada Israel," katanya, berbicara dari kota Ramallah di Tepi Barat.

Para pejabat senior lembaga pemasyarakatan Israel mengatakan bahwa rencana Erdan dapat dilaksanakan, tetapi ada orang-orang yang secara pribadi memperingatkan tentang kemungkinan konsekuensi dari langkah tersebut.

Dalam diskusi yang dilakukan oleh Dewan Keamanan Nasional Israel mengenai masalah ini, keberatan diajukan oleh dinas keamanan Shin Bet dan tentara, yang mengatakan hal itu dapat menyebabkan kekerasan di Tepi Barat, karena para tahanan keamanan dikagumi oleh publik setempat.

Ada juga yang memperingatkan kemungkinan adanya mogok makan atau peristiwa kekerasan di penjara.

Jumlah tahanan Palestina di balik jeruji telah mencapai 5.500, termasuk 230 anak-anak dan 54 wanita.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan lebih dari 1.800 membutuhkan perawatan medis, dengan sekitar 700 menderita penyakit serius atau kronis.

Baca juga artikel terkait KONFLIK ISRAEL PALESTINA atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight