Menuju konten utama

Insiden Al Khoziny Jadi Momentum Tegakkan Standar Konstruksi

AHY akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan bangunan infrastruktur publik.

Insiden Al Khoziny Jadi Momentum Tegakkan Standar Konstruksi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memberikan paparannya usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian Perindustrian di kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan bahwa tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi momentum untuk kembali memperketat kepatuhan terhadap standar konstruksi dalam pembangunan fisik.

"Artinya memang kita harus kembali pada mengapa kita harus benar-benar mematuhi standar konstruksi, pembangunan fisik, janganlah kemudian sempai ini memakan korban di manapun," kata AHY di Hotel Novotel, Jakarta, Senin (6/10/2025).

AHY akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah, untuk memastikan keselamatan bangunan infrastruktur publik.

"Bersama-sama dengan semua kalangan, kementerian PU, tentu juga dengan semua pemerintah di daerah berusaha agar menertibkan agar meyakinkan bahwa bangunan-bangunan infrastruktur baik itu sekolah, kemudian juga pondok pesantren, termasuk rumah sakit dan semua yang menjadi fasilitas publik ini memiliki kekuatan dan aman," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) konstruksi harus ditegakkan secara ketat. "SOP itu ada karena memang sudah menjadi hasil riset dan terbukti mari sama-sama kita kawal ini sehingga tidak ada lagi kejadian yang memakan korban seperti itu," pungkas AHY.

Terakhir AHY menyampaikan duka mendalam atas insiden memilukan yang menimpa anak-anak tersebut.

"Kita sangat berduka atas insiden rubuhnya Pondok Pesantren di Sidoarjo yang kemudian mengakibatkan korban jiwa, banyak sekali yang meninggal, anak-anak kita yang benar-benar harus kita sikapi ke depan agar tidak terjadi lagi," kata AHY.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Senin pukul 09.00 WIB terdapat 50 jenazah dan lima potongan tubuh telah ditemukan oleh tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue, SAR).

Seluruh jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jawa Timur untuk proses identifikasi. Sepuluh jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Proses pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan pada hari ini. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB, diperkirakan masih terdapat 13 orang lagi dalam pencarian.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan proses pencarian akan difokuskan pada hari ini.

"Dari BNPB kita menargetkan operasi pencarian korban yang diperkirakan tinggal 13 orang akan selesai pada hari ini,” katanya dalam keterangan resmi.

Baca juga artikel terkait AHY atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra