tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia sudah menerima pasokan gula senilai 480 juta dolar AS selama Januari-Maret 2020. Peningkatan ini terjadi sepanjang Februari-Maret 2020.
Berdasarkan situs indexmundi, harga gula internasional berada di kisaran 0,6 dolar AS per kg per Maret 2020. Bila importasi Indonesia mencapai 480 juta dolar AS selama Januari-Maret 2020, maka ada sekitar 800 ribu ton gula yang masuk ke Indonesia.
“Selama Januari-Maret 2020 itu nilainya adalah sebesar 480,6 juta dolar AS. Kalau dilihat kuantitasnya ada peningkatan impor gula Januari Maret 2020 senilai 480 juta dolar AS,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam siaran live di akun Youtube BPS, Rabu (15/4/2020).
Adapun menurut data BPS, pasokan gula yang masuk pada Maret 2020 sendiri mencapai 239,1 juta dolar AS. Nilai ini mengalami kenaikan 24,86 persen dari Maret 2019 yang hanya di kisaran 191,5 juta dolar AS.
Selama Maret 2020 ini pasokan gula berasa dari Thailand sebanyak 115,7 juta dolar AS, Australia sebanyak 103,9 juta dolar AS, dan Brasil sebanyak 18,9 juta dolar AS.
Pasokan gula tercatat masuk juga pada Februari 2020 sebanyak 233,3 juta dolar AS. Nilai ini naik dari posisi Februari 2019 yang berada di kisaran 128,8 juta dolar AS.
Negara pemasoknya adalah Thailand sebanyak 192,1 juta dolar AS dan Australia sebanyak 41,2 juta dolar AS.
Jika dihitung dari angka Februari-Maret 2020, maka pasokan gula yang masuk ke Indonesia selama Januari 2020 cukup tipis. Nilainya hanya 8,2 juta dolar AS.
Per 13 Maret 2020, Kemendag memperkirakan pasokan gula akan ditambah sebanyak 550 ribu ton. Penambahan itu dilakukan usai Kemendag menerbitkan persetujuan impor per 6 Maret 2020 yang mencapai 216.172 ton.
Targetnya, pemerintah mau agar pasokan gula di dalam negeri tersedia 670 ribu ton sampai Agustus 2020 nanti.
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz