tirto.id -
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 yang digelar di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group, Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Perombakan jajaran direksi ini dilakukan di tengah upaya perusahaan memulihkan kondisi finansial setelah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan tantangan operasional sepanjang 2024.
“Di tengah keterbatasan tersebut, kinerja perseroan belum sepenuhnya optimal, namun perseroan menunjukkan ketahanan operasional melalui strategi keberlangsungan usaha yang terukur,” kata Pelaksana Tugas Komisaris Utama Indofarma Didi Agus Mintadi, dalam keterangannya dikutip Kamis (26/6/2025).
Sebagai informasi, Sahat sebelumnya sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, & SDM Indofarma. Ia dilantik pada Mei 2021.
Selain mengangkat Sahat Sihombing sebagai Dirut, RUPST juga menyetujui pemberhentian Yeliandriani dari posisinya. Posisi Komisaris Independen Teddy Wibisana juga diberhentikan secara hormat seiring berakhirnya masa jabatan.
Sementara itu, Didi Agus Mintadi dikukuhkan kembali sebagai Komisaris untuk periode kedua.
Indofarma mencatat sejumlah pencapaian di tengah keterbatasan, termasuk perpanjangan izin edar 47 produk, resertifikasi lima fasilitas produksi, dan reaktivasi fasilitas steril. Perusahaan juga terus memperkuat tata kelola (GCG), efisiensi operasional, serta pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dengan adanya perubahan pengurus perseroan, maka susunan dewan komisaris dan direksi menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Direksi
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































