IMDb Revisi Kebijakan Soal Nama Lahir Profesional Industri Hiburan

Oleh: Balqis Fallahnda - 13 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
IMDb merevisi aturan soal nama lahir para profesional industri hiburan yang dicantumkan.
tirto.id - IMDb telah merevisi kebijakan mengenai nama lahir para profesional industri hiburan yang dicantumkan di situsnya pada Senin (12/8/19) kemarin.

Langkah ini diambil pihak IMDb sebagai tanggapan atas umpan balik yang diterima dari pelanggan transgender dan pemimpin industri hiburan lainnya.

"Menanggapi umpan balik yang kami terima dari pelanggan transgender kami dan pemimpin pemikiran industri hiburan lainnya, IMDb baru-baru ini memperbarui kebijakan nama lahir kami," kata juru bicara IMDb kepada Deadline.

“IMDb sekarang mengizinkan penghapusan nama lahir jika nama lahir tidak diketahui secara publik dan orang tersebut tidak lagi secara sukarela menggunakan nama lahir mereka. Untuk menghapus nama lahir orang yang bersangkutan atau perwakilan industri profesionalnya hanya perlu menghubungi staf dukungan pelanggan IMDb untuk meminta penghapusan nama lahir," tambahnya.

Juru bicara itu melanjutkan, "Setelah tim IMDb menentukan bahwa nama lahir seseorang harus dihapus berdasarkan proses yang diperbarui ini, kami akan meninjau dan menghapus setiap kemunculan nama lahir mereka dalam halaman biografi mereka di IMDb."

Berkenaan dengan permintaan penghapusan nama lahir untuk peran yang telah dikreditkan di layar dengan menggunakan nama lahir mereka, IMDb mengatakan bahwa nama mereka yang dikreditkan akan tetap tercantum di bagian kredit pada nama IMDb yang berlaku dan halaman judul dalam tanda kurung.

"Ini untuk terus memberikan ratusan juta pelanggan IMDb di seluruh dunia dengan informasi komprehensif tentang kredit film dan TV, dengan demikian menjaga catatan sejarah faktual dengan secara akurat mencerminkan apa yang terdaftar di layar," kata juru bicara itu.

Masalah ini muncul pada bulan Juni lalu, setelah sebuah koalisi kelompok LGBTQ nasional keberatan dengan penerbitan lanjutan IMDb tentang nama pelaku dunia hiburan transgender dan orang-orang lain di industri hiburan tanpa persetujuan mereka.

Praktik ini mereka sebut “dead-naming.” Menurut mereka, terungkapnya nama kelahiran mereka ke publik dapat menimbulkan stress dan memberikan jalan yang mengarah pada pelecehan dan diskriminasi.

SAG-AFTRA mengumumkan pada tanggal 26 Juni lalu, bahwa koalisi kelompok LGBTQ nasional mendukung serikat dalam memperjuangkan privasi anggotanya melawan IMDb.

Kelompok-kelompok tersebut termasuk Satuan Tugas LGBTQ Nasional, kelompok advokasi LGBTQ nasional tertua di negara itu; GLAAD; Pusat Hukum Transgender; Dana Pertahanan & Pendidikan Hukum Transgender; Transcend Legal, Inc .; dan Federasi Kesetaraan. Demikian sebagaimana dilaporkan Variety.


Baca juga artikel terkait INDUSTRI FILM atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Film)


Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Yandri Daniel Damaledo
Kontributor: Balqis Fallahnda
DarkLight