Menuju konten utama

Imbas Konflik Timteng, ESDM Optimis Bisa Antisipasi Kenaikan BBM

Pemerintah menyebut konflik timur tengah (timteng) belum berdampak pada harga pertalite meski harga minyak dunia naik mendekati US$90 per barel.

Imbas Konflik Timteng, ESDM Optimis Bisa Antisipasi Kenaikan BBM
pengendara melakukan pengisian ulang bahan bakar minyak premium di stasiun bbm di jakarta, senin (22/2). kementerian esdm menegaskan dengan turunnya harga minyak dunia, pemerintah akan menentukan harga baru bahan bakar minyak (bbm) jenis premium dan solar pada bulan april 2016. antara foto/m agung rajasa/foc/16.

tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, eskalasi konflik antara Israel dan Palestina bakal berimbas pada kenaikan harga minyak dunia. Kebutuhan minyak menjelang musim dingin pun diproyeksikan kerek inflasi secara global.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, pemerintah tetap optimis mampu mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia.

Menurutnya, perang timur tengah saat ini belum berdampak besar ke harga minyak dunia. Namun, jika perang berlangsung lama maka akan berpengaruh ke impor minyak mentah dan impor BBM RI.

"Sampai hari ini dampaknya masih belum signifikan walaupun kita tahu harga minyak mendekati US$90 per barel, namun kalau ini berlangsung cukup lama saya kira akan berpengaruh," kata Tutuka dikutip dari keterangannya, Kamis (19/10/2023).

Tutuka mengatakan, kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ ICP) selain akan berpengaruh terhadap kenaikan harga crude di Indonesia juga akan mempengaruhi harga BBM di masyarakat.

Hal ini dikarenakan Indonesia impor keduanya yaitu crude oil dan BBM dengan persentase yang hampir sama.

Selain itu, pemerintah juga mendorong segera diterbitkannya revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

Dalam revisi tersebut akan mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi Pertalite dan juga tengah mengkaji untuk membuat perbedaan harga Pertalite sesuai dengan jenis kendaraannya.

"Saya menghimbau, pertalite itu untuk masyarakat yang membutuhkan.Jadi kalau yang mampu janganlah menggunakannya karena bukan peruntukannya," ujar Tutuka.

Lebih lanjut, Tutuka menyebut Pertamina tengah melakukan uji coba pembatasan pembelian Pertalite khususnya bagi kendaraan roda empat di beberapa daerah.

Setiap pembeli diwajibkan memiliki Quick Response (QR) Code untuk dipindai oleh petugas SPBU sebelum melakukan pembelian.

Uji coba tersebut dilakukan di 41 kota dan kabupaten yang tersebar di tiga provinsi yakni Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Uji coba juga dilakukan di Timika, Papua.

Sebagai informasi, konsumen pengguna yang belum dapat QR Code , selain mendaftar secara langsung pada program subsidi tepat yang bisa diakses melalui website atau melalui aplikasi MyPertamina, juga bisa melakukan pendaftaran pada sekitar 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran di website.

Baca juga artikel terkait PERTALITE atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Bisnis
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Reja Hidayat