Menuju konten utama

Imbas Konflik Iran, Wamen HAM Mugiyanto Tertahan di Bandara Doha

Situasi tersebut berdampak pada penutupan wilayah udara sehingga membatalkan rute penerbangan yang seharusnya membawa rombongan menuju Jenewa, Swiss.

Imbas Konflik Iran, Wamen HAM Mugiyanto Tertahan di Bandara Doha
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto Sipin, memberikan keterangan pers kepada wartawan di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2025). tirto.id/Naufal majd\id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto Sipin masih tertahan di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar, imbas eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel.

Situasi tersebut berdampak pada penutupan wilayah udara sehingga membatalkan rute penerbangan yang seharusnya membawa rombongan menuju Jenewa, Swiss.

"Pada hari ini (Sabtu, 28 Februari 2026), jam 4 sore. Saya masih berada di Hamad Airport di Doha, Qatar," ujar Mugiyanto dalam keterangannya di akun Instagram Kementerian HAM, dikutip Minggu (1/3/2026) pagi.

Mugiyanto menjelaskan bahwa pesawat yang membawa dirinya beserta tim Kementerian HAM sebetulnya sempat lepas landas dari Doha pada pukul 09.00 waktu setempat.

Namun, setelah 30 menit mengudara, penerbangan terpaksa dihentikan menyusul informasi penutupan wilayah udara di atas Irak dan Iran.

"Jadi setelah berputar-putar di udara selama sekitar 2 jam kami akhirnya mendarat kembali di Hamad Airport di Doha. Dan sejak pagi sampai sekarang kami masih berada di bandara di Doha ini," ujar dia.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintah Qatar telah memberlakukan status darurat nasional.

Warga diimbau untuk tetap berada di rumah, menunda segala bentuk perjalanan, serta menjauhi kawasan militer.

Saat ini, Mugiyanto dan timnya terus bertahan di bandara untuk menunggu kepastian dari pihak maskapai Qatar Airways menyusul pembatalan status perjalanan menuju Jenewa.

"Jadi kami tetap stay di bandara menunggu informasi dari Qatar Airways. Dan sampai sekarang status perjalanan kami yang ke Genewa semuanya dibatalkan, cancelled. Dan kami belum ada informasi sampai kapan," ujar dia.

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, Mugiyanto berharap ketegangan antara Iran dan AS-Israel dapat segera mereda agar rombongannya bisa melanjutkan perjalanan untuk menghadiri Sidang Dewan HAM PBB.

"Kami berharap situasi segera membaik sehingga udara di kawasan Teluk ini, di Qatar, dan negara-negara sekitarnya bisa dibuka kembali, sehingga perjalanan mobilitas orang bisa kembali normal, supaya kami bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Jenewa karena kami akan menghadiri sidang Dewan HAM sesi 61 pada hari Senin nanti," kata dia.

Tirto sudah mencoba menghubungi Mugiyanto untuk menanyakan perkembangan situasi, pada Minggu (1/3/2026) pagi, namun pesan yang dikirimkan ke nomor WhatsApp-nya belum direspons. Akub Instagram resmi Kementerian HAM dan Mugiyanto sendiri belum membagikan update terkini saat berita ini ditayangkan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty