Menuju konten utama

Ilmuwan Sebut Jejak Siklus Alam Semesta Masih Bisa Terungkap

Ilmuwan mengungkapkan bahwa jejak-jejak bentuk alam semesta sebelumnya, masih dapat ditemukan hingga saat ini. 

Ilmuwan Sebut Jejak Siklus Alam Semesta Masih Bisa Terungkap
Ilustrasi asteroid nasa. foto/istockphoto

tirto.id - Para ilmuwan dan astronom percaya bahwa jejak-jejak bentuk alam semesta sebelumnya masih dapat ditemukan hingga saat ini.

Jejak tersebut tersebar dalam bentuk titik-titik energi di langit dan menjadi informasi yang sangat penting dalam memecahkan misteri alam semesta ini.

Hal ini berkaitan dengan teori conformal cyclic cosmology (CCC) yang dicetuskan oleh Roger Penrose, ahli fisika matematika Universitas Oxford.

Dilansir dari Sciencealet, teori ini mengatakan bahwa alam semesta melewati siklus yang tiada henti dan setiap siklus pengulangannya dapat diidentifikasi dengan sisa-sisa Big Bang.

“Apa yang kami lihat adalah sisa-sisa terakhir setelah penguapan lubang hitam di masa lalu,” kata Roger Penrose seperti yang dikutip dari Independent.

CCC percaya bahwa sebelum ada alam semesta yang saat ini, ada alam semesta yang lainnya yang sudah hancur dan dijelaskan dalam teori Big Bang.

Jika alam semesta mengalami kontraksi dan ekspansi ekstrem, maka bisa jadi segala sesuatu dari alam semesta sebelumnya hancur ketika proses tersebut terjadi dan tidak ada terbawa ke alam semesta yang baru.

Teori ini berhubungan dengan teori Radiasi Hawking yang dicetuskan oleh Stephen Hawking. Teori yang dicetuskan pada tahun 1974 ini mengatakan bahwa lubang hitam (black hole) tidaklah kekal seperti yang dipercaya banyak orang, namun mengalami siklus penguapan dan menyusut karena ada pancaran radiasi antar dua partikel yang saling berlawanan.

Di dekat lubang hitam ada semacam partikel masif yang muncul secara natural dan saling berlawanan.

Ketika kedua partikel tersebut berdekatan di garis horizontal dari lubang hitam keduanya akan terpisah, partikel satu akan tertelan lubah hitam sementara partikel yang berlawanan akan lolos.

Proses radiasi yang disebabkan oleh gerakan partikel di sekitarnya, membuat lubang hitam perlahan-lahan menyusut dan kehilangan massanya.

Melansir laman Cornell Universty, proses radiasi ini lalu disebut sebagai Radiasi Hawking. Teori Radiasi Hawking ini merupakan teori astronomi modern yang menggabungkan dua teori besar lainnya yakni Teori Kuantum dan Teori Relativitas.

Teori Radiasi Hawking perlahan-lahan mulai terbukti dengan munculnya berbagai penelitian yang membuktikan bahwa lubang hitam yang ada di alam semesta sebelumnya membuang sisa-sisa radiasinya.

Baca juga artikel terkait ALAM SEMESTA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yandri Daniel Damaledo