Menuju konten utama

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sektor Teknologi & Kesehatan Naik Tajam

IHSG ditutup menguat pada level 7.196 (+0,02 persen) di sesi perdagangan Selasa (20/9/2022). Sektor teknologi dan kesehatan tercatat turut menguat.

IHSG Ditutup Menguat Tipis, Sektor Teknologi & Kesehatan Naik Tajam
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2022). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi perdagangan Selasa (20/9/2022). IHSG berada di level 7.196 (+0,02 persen). Level tertinggi hari ini tercatat pada posisi 7.252. Sementara itu, level terendah indeks tercatat di 7.186.

Mengutip RTI Business, secara keseluruhan tercatat 203 saham menguat, 328 saham melemah, dan 165 saham bergerak ditempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp9.467 triliun dengan nilai transaksi tembus Rp13,27 triliun.

Berdasarkan pantauan, meski IHSG ditutup di zona hijau, sembilan dari 11 indeks sektoral melemah. Hanya dua sektor yang menguat bersama dengan IHSG pada hari ini. Sektor teknologi menguat 0,94 persen dan sektor kesehatan naik 0,36 persen.

Sementara sektor transportasi dan logistik merosot 1,04 persen, sektor properti dan real estat anjlok 0,99 persen, dan sektor keuangan melorot 0,72 persen.

Selain itu, sektor infrastruktur turun 0,63 persen, sektor energi terkoreksi 0,53 persen, sektor perindustrian tergerus 0,49 persen, sektor barang baku terkoreksi 0,37 persen, sektor barang konsumsi nonprimer melemah 0,06 persen, serta sektor barang konsumsi primer turun tipis 0,05 persen.

Top gainers hari ini adalah:

- PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik Rp72 atau 20,57 persen menjadi Rp422

- PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) naik Rp16 atau 11,35 persen menjadi Rp157

- PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik Rp28 atau 10,14 persen menjadi Rp304

IHSG menguat mengikuti kenaikan bursa saham kawasan Asia. Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 11,91 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.207,4. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,87 poin atau 0,18 persen ke posisi 1.026,6.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat didorong oleh sentimen positif dari pasar regional, serta risiko resesi yang rendah setelah ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang masih akan meningkat di kuartal III 2022," tulis Tim Riset Panin Sekuritas dikutip Antara.

Pada penutupan kemarin, pasar saham AS menguat. Saat ini investor masih akan mencermati pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), untuk periode September 2022 yang akan dimulai pada Selasa ini.

Investor dan ekonom memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 75 basis poin (bps). Namun investor patut mencermati bahwa ada ruang kenaikan 100 bps dengan probabilitas sebesar 32 persen menyusul rilis data inflasi yang meningkat di mana inflasi inti untuk Agustus meningkat ke 6,3 persen dari bulan sebelumnya 5,9 persen.

Beberapa perusahaan besar, seperti misalnya Ford menginformasikan akan ada dampak kerugian manufaktur dengan estimasi 1 miliar dolar AS, karena adanya permasalahan rantai pasok. Sementara itu obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun meningkat ke 3,51 persen, level tertinggi sejak 2011.

Dari Asia, bursa saham hari ini sebagian besar menguat. Inflasi di Jepang mengalami peningkatan, di mana inflasi inti tumbuh 2,8 persen (yoy) untuk periode Agustus 2022, level kenaikan tertinggi sejak 2014.

Sedangkan untuk komoditas, harga emas melemah 0,59 persen dan minyak Brent menguat 0,71 persen. Harga timah turun 3,47 persen menjadi 20.450 dolar AS per ton yang didorong oleh pelemahan yang terjadi di tengah kekhawatiran terhadap dampak dari inflasi global yang masih tinggi dan antisipasi keputusan kebijakan moneter The Fed.

Persediaan timah di gudang yang dipantau oleh Bursa Logam London (LME) terus naik mencapai posisi tertinggi sejak Desember 2020. Pada 16 September 2022 persediaan timah di gudang LME tercatat 4.855 ton, naik 65,42 persen point-to-point (ptp) sejak awal bulan Juni lalu yakni sebesar 2.935 ton.

Hal itu menjadi indikasi bahwa permintaan timah dunia masih tertekan sehingga persediaan di gudang masih terus menumpuk dan stok terus bertambah setiap harinya.

Baca juga artikel terkait IHSG DITUTUP MENGUAT atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang