tirto.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus sebagai upaya menjaga kestabilan harga pangan dan memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan menjadi seremoni semata, melainkan ruang untuk memperkuat solidaritas sosial dan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin Hari Jadi Bumi Tambun Bungai hanya sekadar diperingati secara seremonial, namun harus dijadikan momentum untuk memperkuat rasa kepedulian, kebersamaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Agustiar.
Dia menambahkan, Gerakan Pangan Murah adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mendahulukan kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi yang mengharuskan adanya kebijakan efisiensi anggaran.
“Meski saat ini kita sedang mengencangkan ikat pinggang akibat turunnya anggaran, namun program-program yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat akan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Menurut Agustiar, program tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk ASN Golongan I dan II serta PPPK, agar tetap bisa memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah.
“Gerakan Pangan Murah ini juga menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga dan stok bahan pangan, sehingga inflasi dapat terkendali,” imbuhnya.
Selain itu, Agustiar menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah. “Sinergi dan kolaborasi semua elemen menjadi kunci keberhasilan program pembangunan untuk menyukseskan Asta Cita Bapak Presiden dan visi misi Kalteng Berkah, Kalteng Maju,” jelasnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bertujuan menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, dan menekan laju inflasi di daerah.
Ia mengatakan, pelaksanaan program tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah Pemprov Kalteng bersama Perum BULOG Kalimantan Tengah, ID FOOD, pelaku usaha pangan, hingga UMKM lokal.
Berbagai komoditas dijual dalam program ini, mulai dari beras premium dan SPHP, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula, telur ayam ras, daging ayam beku, sayuran, buah-buahan, ikan segar, hingga berbagai produk UMKM Kalteng.
Seluruh bahan pangan tersebut dijual dengan harga subsidi sebesar 30 persen di bawah harga pasar.
Menurut Linae, program ini menyasar lebih dari 5.600 penerima manfaat, terdiri atas PNS Golongan I dan II, PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, tenaga outsourcing, serta masyarakat berpenghasilan rendah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur-unsur Forkopimda Kalteng, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias, Direktur Utama PT Bank Kalteng Maslipansyah, Kepala Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah Erwin Budiana, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































