Menuju konten utama

Hormati Hari Raya Karo, TNBTS Tutup Jalur Pendakian Semeru

Balai Besar TNBTS resmi menutup sementara jalur pendakian Gunung Semeru pada 7-18 Agustus 2026 demi menghormati Hari Raya Karo.

Hormati Hari Raya Karo, TNBTS Tutup Jalur Pendakian Semeru
Sejumlah wisatawan berfoto saat mengunjungi Danau Ranukumbolo di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memutuskan untuk menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur pada 7-18 Agustus 2026. Penutupan sementara ini diberlakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ritual keagamaan Hari Raya Karo 2026.

"Jalur pendakian di Gunung Semeru ditutup sementara waktu, yakni mulai Jumat (7/8/2026) sampai dengan Selasa (18/8/2026). Penutupan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Hari Raya Karo 2026," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahjah Nugraha, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/7/2026) dikutip dari ANTARA.

Informasi mengenai penutupan jalur pendakian Semeru tertuang di dalam Surat Pengumuman Nomor PG.16/T.8/TU/HMS.01.08/B/07/2026 yang diterbitkan oleh Balai Besar TNBTS, pada Rabu (1/7/2026).

Surat dari TNBTS menindaklanjuti terbitnya surat permohonan tentang penutupan sementara jalur pendakian di Gunung Semeru dalam rangka pelaksanaan Hari Raya Karo 2026, yang diterbitkan oleh Pemerintah Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dengan Nomor 400.10.2/130/427.92.12/2026, pada Rabu (24/6/2026).

Suku Tengger

Dua warga Suku Tengger saling memukul menggunakan rotan saat tradisi Ojung di Desa Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, Senin (25/8/2025). Tradisi yang dilaksanakan saat penutupan Hari Raya Karo tersebut bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/sgd

Rudi menyampaikan, dengan pemberlakuan penutupan itu aktivitas pendakian paling terakhir dapat Kamis (6/8/2026) dan para pendaki diwajibkan kembali atau turun dari Semeru paling lambat pada 7 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

Sedangkan, Balai Besar TNBTS akan kembali membuka area pendakian Gunung Semeru pada Rabu (19/8/2026).

Proses pendaftaran pendakian gunung dengan tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) dapat dilakukan dengan cara mengakses laman bromotenggersemeru.id.

Khusus bagi pendaki terdampak erupsi pada 2025 dan telah memilih waktu pendakian tetapi bertepatan dengan masa penutupan saat Hari Raya Karo, maka diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang ke tanggal lain.

Mekanisme penjadwalan ulang akan diinformasikan lebih lanjut melalui nomor WhatsApp ketua rombongan yang terdaftar pada saat pemesanan tiket pendakian.

"Kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak-pihak terkait untuk memperhatikan penutupan ini dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab," tuturnya.

Meski Semeru ditutup, namun pihak balai besar tetap membuka kegiatan wisata dan berkemah yang berada di kawasan Ranu Regulo selama pelaksanaan Hari Raya Karo.

Baca juga artikel terkait GUNUNG SEMERU

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah