Menuju konten utama

Hoaks, Tautan Pendaftaran Bantuan Insentif Guru ASN & PPPK 2026

Tautan yang disertakan bukan berasal dari media resmi dan berujung pada permintaan untuk memberikan data pribadi lewat Telegram.

Hoaks, Tautan Pendaftaran Bantuan Insentif Guru ASN & PPPK 2026
Periksa Fakta Bantuan Insentif Guru. foto/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemerintah menyalurkan bantuan insentif untuk guru dengan status sebagai aparatur sipil negara (ASN), non ASN, pegawai negeri sipil, dan guru honorer yang dicairkan serentak di seluruh Indonesia.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Bantuan Insentif Pengajar,” (arsip) pada Jumat (19/06/2026). Dalam unggahan tersebut menampilkan poster bertuliskan, “KABAR BAIK UNTUK GURU ASN & PPPK! BANTUAN INSENTIF SUDAH BISA DIKLAIM.

Dalam unggahan disebutkan bahwa bantuan insentif yang diberikan sebesar Rp2,5 juta dan dapat dicairkan melalui tautan yang dicantumkan dalam unggahan yaitu https://bitly.cx/Langsungklikdisini.

Pemerintah Hadir Menyalurkan Bantuan Insentif untuk GURU ASN,GURU NON ASN Dan Pegawai Negeri Sipil Beserta GURU HONORER Bantuan Sebesar Rp.2.500.000 Dicairkan Serentak Di Seluruh Wilayah Indonesia Untuk Mendapatkan bantuannya, Silahkan Daftar di Link Resmi � https://bitly.cx/Langsungklikdisini.” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Senin (29/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 19 tanda suka.

Tirto juga menemukan gambar poster identik pada akun Facebook “Program Bantuan Insentif 2026,” namun unggahan tersebut mengklaim bantuan yang diberikan sebesar Rp5 juta dengan mengarah pada tautan yang sama.

Lantas, benarkah tautan tersebut resmi untuk mendaftar bantuan insentif guru ASN dan non ASN?

Periksa Fakta Bantuan Insentif Guru

Periksa Fakta Bantuan Insentif Guru. foto/hotline periksa fakta tirto

Penelusuran Fakta

Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Di situ ditemukan informasi bahwa akun tersebut membagikan informasi lain terkait bantuan insentif ini, dan ini, dengan mengarahkan pengunjung untuk mendaftar pada tautan yang sama https://bitly.cx/Langsungklikdisini.

Dari situ diketahui bahwa akun tersebut bukan akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan pemerintah maupun Kemendikdasmen. Adapun Pemerintah Republik Indonesia, melalui ⁠Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Agama memberikan bantuan langsung kepada guru-guru non-ASN (honorer), guru PAUD nonformal, dan guru yang belum memiliki sertifikat pendidik atau ijazah S1/D4.

Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan yang diklaim untuk mendaftar bantuan insentif guru tersebut. Tautan itu mengarah ke laman bertuliskan “DAFTAR SEKARANG JUGA.” Pengunjung diarahkan untuk mengisi data diri berupa provinsi, dan nomor Telegram aktif.

Setelah mengisi data pribadi, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirim melalui Telegram. Pengunggah juga mencantumkan nama-nama yang telah berhasil melakukan registrasi pada situs tersebut guna meyakinkan pengunjung untuk segera melakukan pendaftaran.

Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.

Selanjutnya, Tirto mencoba mengecek keaslian tautan yang diklaim untuk mendaftar bantuan insentif guru 2026 pada akun Facebook tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukkan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik pemerintah maupun Kemendikdasmen. Tautan tersebut milik CLOUDFLARENET, berlokasi di Ascension Island dengan domain daftar-sekarangwl2.d4fttar.one, dibuat pada 8 Juni 2026, dan berlaku selama 3 bulan.

Melansir laman Antara, Kemendikdasmen pernah mengimbau masyarakat, khususnya para guru agar mewaspadai sejumlah laman palsu berujung phishing terkait bantuan insentif guru non-ASN sebesar Rp2,1 juta.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu dari Kemendikdasmen.

Waspada phishing, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu. Phishing adalah upaya penipuan untuk mencuri data pribadi seperti password, OTP, atau informasi keuangan,” begitu keterangan Yudhistira dikutip dari Antara, Senin (29/06).

Yudhistira juga menyebutkan beberapa laman yang melakukan phishing, diantaranya daftar.form-gtkdikdasmen.com, layanan.form-gtkdikdasmen.com, intensif.gtk-dikdasmen.com, intensif.gtkdikdasmen.com.

Domain ini berusaha mencuri data pribadi Anda. Mohon berhati-hati dan pastikan hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian,” begitu tegas Yudhistira.

Sebagai informasi, insentif guru diberikan sebesar Rp300 ribu untuk 7 bulan atau sejumlah Rp2,1 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru. Insentif tersebut diberikan kepada guru non-ASN sebagai salah satu kado yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada HUT ke-80 RI untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

Adapun informasi resmi mengenai bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU) dapat diakses oleh masyarakat melalui tautan resmi https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.

Dengan demikian, tautan yang diklaim untuk mendaftar bantuan insentif guru 2026 dengan meminta data pribadi pada tautan tidak resmi adalah tidak benar dan terindikasi pada penipuan.

Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim informasi tautan pendaftaran bantuan insentif guru ASN dan PPPK atau non ASN sebesar Rp2,5 juta bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Tautan yang disertakan bukan berasal dari media resmi pemerintah maupun Kemendikdasmen dan berujung pada permintaan untuk memberikan data pribadi lewat Telegram. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).

Kemendikdasmen mengimbau masyarakat waspada terhadap phishing berkedok bantuan insentif dan hanya membagikan informasi terkait bantuan subsidi upah melalui tautan resmi.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait BANTUAN DANA atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto