tirto.id - Hasil Timnas Putri Indonesia vs China Taipei berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu di Stadion Kelapa Dua Sport Centre, Tangerang, Sabtu 5 Juli. Kekalahan ini membuat Garuda Pertiwi dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia Putri 2026.
Pelatih Timnas Indonesia, Satoru Mochizuki, melakukan beberapa perubahan di starting XI. Rosdilah Siti Nurrohmah, Helsya Maeisyaroh, dan Isa Warps bermain sejak awal dibandingkan saat melawan Pakistan. Tiga pemain yang terlempar ke bangku cadangan adalah Claudia Scheunemann, Zahra Muzdalifah, dan Reva Octaviani.
Sedangkan dari tim China Taipei, pelatih Chan Hiu Ming juga menurunkan tim terbaiknya. Para pemain seperti Saki Matsunaga, Su Yu-Hsuan, dan kapten Chen Ying-Hui masih menjadi andalan sejak menit pertama.
Tekanan memang mengarah pada Garuda Pertiwi. Setelah Pakistan menang dari Kirgistan 2-1, hanya ada satu syarat bagi Indonesia jika ingin lolos. Syarat itu adalah menang dari China Taipei dengan skor 7-0 atau skor lain minimal selisih tujuh gol!
Peluang pertama diperoleh Indonesia saat laga masuk menit lima. Lewat umpan terobosan Isa, Rosdilah lepas dari jebakan offside dan tembakan kaki kanannya tidak bisa dibendung kiper Wang Yu-Ting. Tapi, bola kemudian bisa dikejar dan disapu bek Teng Pei-Lin di garis gawang.
Kontroversi terjadi terkait apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum. Tidak ada penggunaan Goal Line Technology di laga ini dan tayangan ulang televisi tidak 100 persen jelas memperlihatkan posisi bola saat dibuang Pei-Lin.
Setelah itu permainan mutlak dikuasai China Taipei. Sebuah peluang diperoleh China Taipei di menit 16 saat kaki Iris de Rouw mampu membendung tembakan Hsu Yi-Yun.
Petaka didapat Indonesia di menit 20 ketika China Taipei mencetak gol. Berawal ketika ada umpan jauh dari lini belakang, bola jatuh di belakang Safira Ika dan disambut Yu-Hsuan. Dengan tenang, sang striker menceploskan bola ke gawang Iris.
Peluang demi peluang lantas diperoleh Yu-Hsuan yang kembali dibendung Iris. Begitu juga dengan kesempatan beruntun dari Tseng Yun-Ya dan Yi-Yun yang kembali diamankan Iris.
Indonesia sendiri sangat kesulitan menandingi permainan China Taipei. Hanya satu peluang lagi mereka dapatkan jelang akhir babak pertama melalui sundulan kepala namun bisa diamankan kiper Yu-Ting.
Gol Balasan Indonesia
Awal babak kedua, Indonesia justru bisa menyamakan skor. Berawal dari sapuan bola Emily Nahon, kiper Yu-Ting yang maju dengan niat membuang bola justru gagal. Bola yang lepas dikejar Helsya yang lantas menendangnya ke gawang yang sudah kosong.
Gol itu membuat skuad Indonesia bermain lebih semangat. Nyaris saja Indonesia membalikkan skor di menit 50 saat sodoran umpan Rosdilah membuat Isa lolos dari perangkap offside. Sayang, sepakan Isa bisa ditepis Yu-Ting.
Setelah itu China Taipei kembali melakukan tekanan bertubi untuk mencari gol keduanya. Beberapa peluang tercipta termasuk dari tembakan Yu-Chin yang berhasil ditepis Iris.
Tidak lama kemudian peluang berikutnya diperoleh Su Sin-Yun. Hanya saja tandukan sang pemain belakang China Taipei tersebut masih melebar tipis dari gawang Iris.
Tekanan demi tekanan China Taipei akhirnya berbuah manis. Usaha kreasi serangan yang gagal dari Indonesia membuat lawan cepat melakukan serangan. Kali ini tembakan jarak jauh dari pemain pengganti, Liu Yu-Chiao, sukses bersarang ke sudut kanan gawang Iris.
Indonesia coba bangkit setelahnya dan menciptakan satu peluang bagus di menit 80. Viny Silfianus yang kali ini menjadi kapten tim melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Sayang, sepakan kerasnya masih tepat mengarah ke Yu-Ting.
Tidak ada lagi gol yang tercipta di sisa menit pertandingan. Hasil ini membawa China Taipei menjadi juara grup dan lolos ke Piala Asia Putri 2026 di Australia.
Sedangkan bagi Indonesia, mereka mengakhiri kualifikasi di peringkat tiga dengan tiga poin. Kegagalan ini seolah menjadi wajah sepak bola putri Tanah Air karya PSSI. Tanpa liga putri yang berkesinambungan, timnas putri rasanya masih sulit bersaing masuk level elite sepak bola dunia.
"Saya bangga dengan tim ini. Hasilnya memang bukan seperti yang kami inginkan. Tapi kami sudah berjuang maksimal," kata Iris dalam interview usai pertandingan.
Line-up Timnas Putri Indonesia vs China Taipei
Indonesia vs China Taipei 1-2 (Helsya Maeisyaroh 48' / Su Yu-Hsuan 20', Liu Yu-Chiao 75')
Indonesia (4-4-2): Iris de Rouw; Vivi Oktavia (Marsela Awi 90+1'), Safira Ika, Emily Nahon, Gea Yumanda; Viny Silfianus, Felicia de Zeeuw, Helsya Maeisyaroh (Reva Octaviani 88'), Rosdilah Siti Nurrohmah (Claudia Scheunemann 76'); Isa Warps (Estella Loupatty 76'), Sheva Imut. Pelatih: Satoru Mochizuki
China Taipei (3-5-2): Wang Yu-Ting; Chen Ying-Hui, Su Sin-Yun (Pan Shin-Yu 79'), Teng Pei-Lin (Chang Chi-Lan 46'); Chen Jin-Wen (Liu Yu-Chiao 70'), Huang Ke-Sin, Tseng Yun-Ya, Saki Matsunaga, Hsu Yi-Yun; Chen Yu-Chin (Li Yi-Wen 70'), Su Yu-Hsuan (He Jia-Shiuan 86'). Pelatih: Chan Hiu Ming
Klasemen Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026
Berikut update klasemen akhir Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026:
Team Pld W D L GF GA GD Pts 1 China Taipei 3 3 0 0 13 1 +12 9 2 Pakistan 3 2 0 1 4 9 -5 6 3 Indonesia 3 1 0 2 2 4 -2 3 4 Kirgistan 3 0 0 3 1 6 -5 0
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id

































