Menuju konten utama
Timnas Indonesia

Daftar Pemain Timnas U17 TC Piala Dunia 2025: Ada 9 Abroad

Nova Arianto memanggil 34 pemain dalam rangja TC Timnas U17 jelang Piala Dunia U17. Siapa saja mereka?

Daftar Pemain Timnas U17 TC Piala Dunia 2025: Ada 9 Abroad
Pemain timnas U-17 Indonesia berpose pada pertandingan melawan Korea Selatan U-17 dalam laga perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (4/4/2025). ANTARA/HO-PSSI/am.

tirto.id - Daftar pemain Timnas U17 dalam rangka TC Piala Dunia 2025 berkekuatan 34 pemain hasil pilihan pelatih Nova Arianto. Menariknya di antara 34 pemain tersebut ada sembilan pemain abroad atau mereka yang bermain di luar negeri.

Turnamen Piala Dunia U17 2025 akan berlangsung di Qatar pada 3-27 November 2025. Timnas Indonesia U17 menjadi salah satu peserta setelah lolos dari jalur kualifikasi di ajang Piala Asia U17 2025.

Bertekad menampilkan performa terbaik, Nova telah mengambil langkah dengan melakukan TC di Bali United Training Center pada 7 Juli hingga 10 Agustus agar persiapan tim semakin matang. Selain sembilan pemain abroad, beberapa nama baru juga masuk ke dalam daftar pemain di TC kali ini.

9 Pemain Abroad, Siapa Tidak Dipanggil?

Masuknya sembilan pemain abroad menandakan Timnas U17 berharap level permainan mereka bisa lebih baik lagi. Delapan dari sembilan pemain tersebut bahkan bermain di kompetisi Eropa.

Belanda masih menjadi tempat bernaung bagi kebanyakan pemain diaspora tersebut. Dari daftar sembilan pemain tersebut ada lima pemain yang berkarir di Belanda. Mereka adalah Feike Muller (Willem II Tilburg), Floris De Pagter (SC Telstar), Noha Pohan (NAC Breda), Jona Gaselink (FC Emmen), dan Deston Hoop (SC Telstar).

Muller merupakan pemain berposisi bek tengah yang memiliki darah Maluku. Pemain bernama lengkap Feike Muller Latupeirissa tersebut masih berusia 16 tahun dan memiliki tinggi 180 cm.

Kemudian ada De Pagter, Pohan, dan Gaselink yang berposisi sebagai gelandang. De Pagter yang bernama lengkap Floris De Pagter-van Bronckhorst biasa beroperasi sebagai gelandang tengah maupun gelandang serang.

Sementara itu Noha Pohan Simangunsong merupakan pemain keturunan Indonesia-Finlandia. Adapun Gaselink dan Hoop merupakan pemain yang dilaporkan memiliki darah Maluku.

Selain mereka, empat pemain diaspora lain tersebar dari tiga negara berbeda. Ada dua pemain di Liga Norwegia yakni Azadin Ayoub (Elverum FC) dan Nicholas (Rosenborg BK). Dua pemain lainnya yaitu Lionel De Troy bermain di Palermo dan Eizar Jacob Tanjung di Sydney FC.

De Troy merupakan gelandang serang keturunan Indonesia-Kamerun. Sedangkan Azadin yang berposisi sebagai winger memiliki garis keturunan Indonesia-Maroko. Lalu ada Nicholas Indra di posisi winger dengan garis keturunan Indonesia-Norwegia serta Jacob seorang bek keturunan Indonesia-Australia.

Sementara itu 25 pemain lainnya adalah mereka yang bermain di Indonesia. Nova sendiri memanggil empat kiper dalam rangka TC nanti. Ada nama Dafa Gasemi, Rakha Syafaka, Rendy Razzaqu, dan Nur Ichsan.

Kemudian di posisi bek masih ada nama I Putu Panji. Sang kapten ditemani oleh Al Gazani Dwi, Pandu Aryo, Ida Bagus Putu Cahya, Andi Faith Jamaludin, Fabio Azkairawan, Real Alvaro Salim, Daniel Alfredo, dan Dafa Zaidan.

Di posisi gelandang juga masih ada nama Evandra Florasta, pemain yang mencetak tiga gol di Piala Asia U17 lalu. Selain Evandra juga ada Nazriel Alvaro dan Miraj Riski Sulaiman.

Sisanya adalah pemain yang berposisi sebagai strikee atau winger. Masih ada nama Mierza Firjatullah, Josh Holong, Alberto Hengga, Fandi Ahmad, Rafi Rasyiq, Aldiyansyah Taher, serta tambahan kekuatan dari Aaron, Dimas Adi Prasetyo, dan Yohanes Yapagaimu.

Dari deretan nama tersebut ada beberapa nama yang sebelumnya tidak masuk skuad Piala Asia U17. Mereka adalah Nur Ichsan, Pandu Aryo, Andi Faith, Alvaro Salim, Miraj Riski, Aaron, Dimas Adi, dan Yapagaimu.

Lantas dengan masuknya nama-nama baru tersebut, siapa pemain yang kali ini tidak dibawa Nova mengikuti TC? Dua pemain penting yang tidak dibawa adalah Mathew Baker dan Zahaby Gholy.

Pemain sekelas Baker tentu tidak perlu mengikuti TC jangka panjang seperti ini dan akan lebih baik fokus berlatih di klubnya yakni Melbourne City. Sedangkan Gholy diketahui akan bermain di Piala Presiden 2025 membela Liga Indonesia All-Star.

Selain Baker dan Gholy, beberapa pemain yang mengantar Indonesia ke Piala Dunia U17 lewat Piala Asia U17 juga tidak dibawa ke TC kali ini. Mereka adalah Putu Ekayana, Faaris Nurhidayat, Ilham Romadhona, dan Fardan Farras.

Daftar Pemain TC Timnas Indonesia U17

Berikut daftar 34 pemain yang mengikuti TC Timnas Indonesia U17 jelang Piala Dunia U17 2025:

Kiper

  • Rakha Syafaka (Persib Bandung)

  • Dafa Gasemi (Dewa United)

  • Rendy Razzaqu (Madura United)

  • Nur Ichsan (Persik Kediri)

Bek

  • I Putu Panji Apriawan (Bali United)

  • Feike Muller (Willem II Tilburg/Belanda)

  • Al Gazani Dwi (Persija Jakarta)

  • Pandu Aryo (Persik Kediri)

  • Ida Bagus Putu Cahya (Bali United)

  • Andi Faith Jamaludin (Persik Kediri)

  • Fabio Azkairawan (Persija Jakarta)

  • Real Alvaro Salim (Bali United)

  • Daniel Alfredo (Persik Kediri)

  • Eizar Jacob (Sydney FC/Australia)

  • Dafa Zaidan (Borneo FC)

Gelandang

  • Lionel De Troy (Palermo/Italia)

  • Floris De Pagter (SC Telstar/Belanda)

  • Evandra Florasta (Bhayangkara FC)

  • Noha Pohan (NAC Breda/Belanda)

  • Jona Gaselink (FC Emmen/Belanda)

  • Nazriel Alvaro (Persib Bandung)

  • Miraj Riski Sulaiman (Madura United)

Striker

  • Rafi Rasyiq (Semen Padang)

  • Azadin Ayoub (Elverum FC/Norwegia)

  • Deston Hoop (SC Telstar/Belanda)

  • Josh Holong (Persija Jakarta)

  • Fandi Ahmad (Persija Jakarta)

  • Aaron (Asiana)

  • Nicholas Indra (Rosenborg BK/Norwegia)

  • Mierza Firjatullah (Persik Kediri)

  • Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar)

  • Yohanes Yapagaimu (Safin Pati FA)

  • Aldiyansyah Taher (PPLOP DKI)

  • Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara FC)

Pelatih

  • Nova Arianto

Baca juga artikel terkait TIMNAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama