Hasil Referendum Warga Muslim Filipina Selatan Diumumkan

Oleh: Isma Swastiningrum - 26 Januari 2019
Sekitar 1,74 juta pemilih menginginkan wilayah Filipina Selatan dijadikan sebagai daerah otonom.
tirto.id - Warga muslim di Filipina Selatan telah melakukan referendum dan hasilnya diumumkan pada Jumat (25/1/2019) kemarin. Hasilnya, setidaknya 1,74 juta pemilih menginginkan wilayah ini dijadikan sebagai daerah otonom, demikian dilaporkan ABC News.

Referendum ini diharapkan bisa sepenuhnya mengakhiri aksi kekerasan yang terjadi selama beberapa dekade terakhir di Filipina bagian selatan. Upaya perdamaian antara pemerintah Filipina dengan Front Pembebasan Islam Moro yang dianggap sebagai kelompok pemberontak terus diupayakan.

AP News mewartakan, lewat kesepakatan itu, kelompok pemberontak yang berjumlah puluhan ribu orang harus melupakan tujuan mereka yang semula ingin merdeka dari Filipina, negara bekas jajahan Spanyol yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo, mengatakan, sangat penting bagi pemerintah untuk membantu warga Muslim di Filipina Selatan membangun ekonomi progresif serta membentuk pemerintah daerah yang bertanggungjawab. Ketidakstabilan dan tingginya tingkat pengangguran membuat daerah tersebut marak dengan berbagai tindakan yang mengkhawatirkan.

“Mari kita jaga dan dukung kemajuan proses ini karena perjuangan untuk perdamaian belum berakhir,” kata Robredo, dikutip dari ABC News.


Ke depannya, daerah otonomi baru ini akan diperkuat, dari biaya pendidikan, infrastrukur, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial bagi sekitar 5 juta penduduknya.

Referendum berikutnya akan digelar pada 6 Februari 2019 mendatang untuk Provinsi Lanao del Norte dan 7 kota di Provinsi Cotabato Utara yang memiliki populasi muslim cukup besar. Nantinya, warga di sana akan memutuskan apakah mereka ingin bergabung dengan wilayah otonom yang baru atau tidak.

Baca juga artikel terkait FILIPINA SELATAN atau tulisan menarik lainnya Isma Swastiningrum
(tirto.id - Politik)


Penulis: Isma Swastiningrum
Editor: Iswara N Raditya