Menuju konten utama
Piala Asia Futsal 2026

Hasil Final AFC Futsal 2026 Indonesia vs Iran, Gagal Juara

Timnas Futsal Indonesia menjadi runner-up Piala Asia 2026, Sabtu (7/2). Bermain imbang 5-5 sepanjang 50 menit, Indonesia kalah 4-5 di adu penalti.

Hasil Final AFC Futsal 2026 Indonesia vs Iran, Gagal Juara
Pemain Timnas futsal Indonesia menyapa pendukung usai mengalahkan Timnas futsal Jepang pada pertandingan semifinal AFC Futsal Asian Cup 2026 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

tirto.id - Hasil final AFC Futsal 2026 antara Indonesia vs Iran menghasilkan gelar runner-up bagi skuad Garuda. Tim asuhan Hector Souto sebenarnya bisa menahan imbanh Iran 5-5, tapi kalah 4-5 saat adu penalti dalam laga final di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026.

Hasil final Piala Asia Futsal 2026 menjadi gelar ke-14 bagi Iran. Indonesia memang hanya menjadi runner-up, tapi mereka menjadi negara kedua yang bisa memaksa Iran mengakhiri laga final AFC Futsal hingga adu penalti setelah Jepang di tahun 2014.

Pelatih Hector Souto tidak mengubah susunan pemain terbaik timnya. Nama-nama seperti Ahmad Habibie, Rizki Xavier, kapten Mochammad Iqbal, Firman Adriansyah, dan Israr Megantara masih menjadi pilihan Souto untuk memulai pertandingan.

Iran asuhan pelatih Vahid Shamsaei juga memainkan tim terbaiknya. Ada kiper Bagher Mohammadi yang ditemani oleh Mohammadhossein Derakhshani, Mahdi Karimi, Salar Aghapour, dan Behrooz Azimi.

Seperti yang sudah diprediksi, Iran sebagai unggulan langsung menguasai jalannya pertandingan. Iran bahkan hanya butuh waktu tiga menit untuk mencetak gol melalui sepakan kaki kanan kapten Hossein Tayebi.

Tapi gol itu justru membuat nyali skuad Indonesia semakin besar. Gol penyama kedudukan dicetak Reza Gunawan di menit 7 melalui sontekan di depan gawang. Gol bermula dari sepakan Dewa Rizki yang ditepis Mohammadi namun bola rebound disambar Regun menjadi gol.

Tidak lama setelahnya Indonesia Arena kembali bergemuruh menyambut gol Israr. Gol berawal dari umpan jauh yang lantas dikontrol dengan dada oleh Israr. Walau sudutnya cukup sempit, namun sepakan kaki kiri Israr sukses membuat Indonesia balik memimpin 2-1.

Dengan situasi yang nyaris serupa, Israr membawa Indonesia unggul 3-1. Dari lemparan jauh Habiebie, Israr menguasai bola dengan baik, melewati satu pemain Iran, dan dengan sepakan kaki kanannya membawa Indonesia tampak semakin dekat dengan gelar juara. Iran merespon gol itu dengan langsung mengambil timeout.

Setelah itu permainan murni dikuasai oleh Iran. Namun sesekali, serangan cepat Indonesia membuat pertahanan Iran goyah. Beberapa peluang didapat Israr dan Firman namun masih belum mampu mengubah skor.

Memasuki menit 16, Saeid Ahmadabbasi sempat mencetak gol ke gawang Habiebie. Namun gol itu dianulir wasit Liu Jianqiao asal Cina karena dari tayangan VAR terlihat bahwa bola sudah keluar dari sisi lapangan dalam proses terciptanya gol tersebut.

Tidak lama kemudian Iran mendapatkan hadiah second penalty karena Indonesia telah melakukan enam pelanggaran. Indonesia Arena kembali bersorak ketika Habiebie mampu menepis bola sepakan Aghapour.

Hanya saja, Iran bisa mengakhiri babak pertama dengan satu gol tambahan. Melalui skema tendangan bebas yang dilepaskan Aghapour, Karimi sukses menjebol gawang Habiebie lewat tendangan kaki kiri.

Memasuki babak kedua, Iran mampu menyamakan skor menjadi 3-3 melalui Ahmadabbasi. Melalui skema kick in, bola tembakan pivot Iran itu meluncur tepat di sela-sela tipis antara kaki Samuel Eko serta Regun dan berakhir di sudut gawang Habiebie.

Tapi tidak berselang lama, Indonesia kembali unggul 4-3. Berawal dari kesalahan Karimi dalam membuang bola, Samuel yang mendapatkan bola langsung melepaskan tembakan kaki kiri yang sukses berbuah gol.

Situasi itu langsung menyengat Iran dan ada satu peluang bagus mereka yang bisa diamankan Habiebie. Beberapa menit kemudian giliran Indonesia yang memperoleh peluang namun tembakan Syauqi masih melebar.

Serangan demi serangan dilancarkan Iran. Menit 32 ada sepakan jarak dekat Karimi yang ditepis Habiebie. Kemudian ada tembakan Aghapour di menit 33 yang menerpa tiang gawang dan dua menit kemudian giliran bola sepakan Derakhshani yang mengenai mistar gawang Habiebie.

Tipisnya sisa waktu yang ada membuat Iran memainkan skema power play dengan Karimi yang berperan sebagai flying goal keeper. Tidak lama kemudian Karimi justru sukses menyamakan skor menjadi 4-4.

Nyaris saja Iran unggul di menit 38 melalui dua peluang emas mereka. Sebuah tendangan Aghapour masih bisa ditepis Habiebie. Namun bola rebound disambar Masoud Yousef yang tidak terkawal di depan gawang dan beruntung bagi Indonesia karena bola membentur tiang gawang.

Skor imbang 4-4 memaksa pertandingan berlanjut ke extra time. Pada masa tersebut, Indonesia sempat mendapatkan peluang melalui tandukan Rio Pangestu. Sebaliknya di menit 45, Azimi nyaris saja membawa Iran unggul namun bola tembakannya masih melayang di atas gawang.

Indonesia sempat memimpin 5-4 melalui hattrick Israr memanfaatkan skema tendangan pojok di menit 48. Tapi Iran sama sekali tidak panik dan langsung bisa menyamakan skor menjadi 5-5 melalui sepakan Aghapour. Laga pun akhirnya harus diselesaikan dengan adu penalti.

Pada babak tersebut, Firman dan Nizar membawa Indonesia terbang tinggi. Sepakan Firman berbuah gol dan diikuti aksi Nizar yang menggagalkan sepakan Yousef.

Setelah Rio membuat skor menjadi 2-0, dibalas Derakhsani menjadi 2-1, diubah lagi oleh Xavier menjadi 3-1, dan dibalas lagi oleh Ahmedabbasi menjadi 3-2. Sayang, setelah itu sepakan Dewa bisa ditepis Mahdi Rostami dan disamakan Aghapour menjadi 3-3.

Ardiansyah Nur dan Tayebi sebagai penendang kelima masing-masing tim juga sukses mencetak gol. Perbedaan terjadi lagi di penendang keenam saat kegagalan Israr mampu dimanfaatkan Hossein Sabzi menjadi gol kemenangan.

Walau gagal juara secara tim, Indonesia masih bisa meraih satu gelar individu melalui Habiebie sebagai kiper terbaik. Sedangkan gelar pemain terbaik atau MVP diraih Ahmedabbasi.

Indonesia vs Iran 5-5 (Reza Gunawan 7', Israr Megantara 8', 9', 48', Samuel Eko 24' / Hossein Tayebi 3', Mahdi Karimi 18', 37', Saeid Ahmadabbasi 23', Salar Aghapour 48')

Adu Penalti:

Indonesia vs Iran 4-5

  • (1-0) Firman Adriansyah
  • (1-0) MasoudYousef
  • (2-0) Rio Pangestu
  • (2-1) MohammadhosseinDerakhshani
  • (3-1) RizkiXavier
  • (3-2) SaeidAhmadabbasi
  • (3-2) Dewa RizkiAmanda
  • (3-3) Salar Aghapour
  • (4-3) Ardiansyah Nur
  • (4-4) HosseinTayebi
  • (4-4) IsrarMegantara
  • (4-5) Hossein Sabzi

Daftar Pemain Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026:

  • 1. Muhammad Nizar (Kiper)
  • 2. Ahmad Habiebie (Kiper) - Starting 5
  • 3. Rizki Xavier (Anchor) - Starting 5
  • 4. Mochammad Iqbal (Flank) - Starting 5
  • 5. Israr Megantara (Pivot) - Starting 5
  • 6. Samuel Eko (Pivot)
  • 7. Syauqi Saud (Flank)
  • 8. Ardiansyah Nur (Anchor)
  • 9. Rio Pangestu (Anchor)
  • 10. Firman Adriansyah (Flank) - Starting 5
  • 11. Reza Gunawan (Flank)
  • 12. Dewa Rizki Amanda (Anchor)
  • 13. Brian Ick (Flank)
  • 14. Yogi Saputra (Flank)
Pelatih: Hector Souto

Daftar Pemain Timnas Futsal Iran di Piala Asia 2026:

  • 1. Bagher Mohammadi (Kiper) - Starting 5
  • 2. Mahdi Rostami (Kiper)
  • 3. Amirhossein Gholami (Anchor)
  • 4. Hossein Sabzi (Anchor)
  • 5. Mohammadhossein Derakhshani (Anchor) - Starting 5
  • 6. Mehdi Mehdikhani (Flank)
  • 7. Mahdi Karimi (Flank) - Starting 5
  • 8. Moslem Oladghobad (Flank)
  • 9. Saeid Ahmadabbasi (Pivot)
  • 10. Hossein Tayebi (Pivot)
  • 11. Ali Khalilvand (Flank)
  • 12. Salar Aghapour (Flank) - Starting 5
  • 13. Masoud Yousef (Flank)
  • 14. Behrooz Azimi (Pivot) - Starting 5
Pelatih: Vahid Shamsaei

Baca juga artikel terkait PIALA ASIA AFC FUTSAL atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Iswara N Raditya