Hari Pertama Sidak Jadi Mendag, Zulhas Kaget Harga Sembako Melonjak

Reporter: Selfie Miftahul Jannah - 16 Jun 2022 16:55 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Zulhas lantas berjanji tetap akan menyelesaikan permasalahan mengenai lonjakan harga tersebut baik jangka pendek maupun jangka panjang.
tirto.id - Zulkifli Hasan pada hari ini melakukan sidak pasar usai kemarin, Rabu (15/6/2022) dilantik menjadi Menteri Perdagangan oleh Presiden Jokowi.

Pada sidak pertamanya ini, Zulhas mengaku kaget mengetahui banyak harga sembako yang mengalami lonjakan. Beberapa komoditas yang disebut Zulhas melonjak yaitu cabai rawit merah, telur sampai daging ayam.

“Saya terus terang shock ya karena tadi tuh pembelinya ngeluh yang dagang juga ngeluh terasa sekali memang beban hidup itu meningkat. Tadi saya lihat langsung, akibat harga kebutuhan pokok yang semuanya hampir naik. Hampir semuanya kecuali beras, hanya beras yang tidak,” jelas dia saat melakukan sidak di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (16/6/2022).

Zulhas berjanji akan menyelesaikan permasalahan minyak goreng, cabai samapai impor kedelai. Ia mengatakan permasalahan cabai selalu berulang di setiap tahun sebenarnya bias diselesaikan jika masyarakat berinisiatif tanam cabai sendiri di rumah.

“Kalau cabai kan penyakitnya begitu ya. Tiap tahun, padahal kita ini sepanjang tahun bisa tanam cabai saya alhamdulilah di rumah enggak pernah beli cabai rawit. Cabai keriting, cabai hijau karena saya tanam pakai pot,” kata dia.

Namun ia berjanji tetap akan menyelesaikan permasalahan mengenai lonjakan harga rawit tersebut. Melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terakait. Penjelasan Zulhas mengenai pangan tak sampai selesai di sana, Zulhas juga buka suara mengenai permasalahan impor kedelai.

“Nah ini ada persoalan dalam jangka pendek kemudian ada juga yang jangka panjang. Misalnya kedelai itu kan apakah kita akan kembangkan sendiri gak usah impor terus ya,” kata dia.



Baca juga artikel terkait KENAIKAN HARGA SEMBAKO atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight