Hari Lahir Pancasila 1 Juni, DPR Ajak Gotong Royong Hadapi COVID-19

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 1 Juni 2020
Dibaca Normal 2 menit
Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020, DPR ajak masyarakat gotong royong di tengah pandemi COVID-19.
tirto.id - Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin mengatakan Hari Lahir Pancasila Ke-75 pada 1 Juni 2020 bisa menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah pandemi COVID-19.

"Saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada satu bencana pandemi COVID-19. Apa yang diupayakan Bung Karno pada masa lalu mengenai Konsep Gotong Royong yang merupakan salah satu intisari nilai Pancasila dapat dijadikan role model baik bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi COVID-19 saat ini," kata Aziz dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Dia mengajak semua elemen bangsa untuk melawan dan menyelesaikan pandemi COVID-19 dengan kembali di rumah ideologi Indonesia yaitu Pancasila.

Menurut dia, tidak ada cara lain untuk keluar dari bencana ini dengan selamat, selain dengan gotong royong yang merupakan paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan.

"Gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat 'Soekardjo' satu karyo, satu gawe," ujarnya.

Politikus asal Golkar itu menjelaskan Bung Karno menilai Pancasila bila diperas menjadi satu adalah gotong royong, setiap Sila dalam Pancasila adalah nilai yang memiliki kedudukan yang sama fundamentalnya.

Karena itu menurut dia, dalam konsep Lambang Negara Garuda Pancasila, simbol Pancasila dibuat melingkar dengan Ketuhanan Yang Maha Esa yang disimbolkan dengan cahaya sebagai intinya.

"Bung Karno mengatakan 'jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan Gotong Royong. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah Negara Gotong Royong, alangkah hebatnya, Negara Gotong Royong'," kata Aziz.

Dia berharap dengan semangat Pancasila dan gotong royong, bangsa Indonesia akan segera keluar dari bencana yang saat ini kita hadapi dan keluar dengan selamat.

Aziz mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila Ke-75 kepada seluruh masyarakat Indonesia yang diperingati pada 1 Juni 2020. Menurut dia, istilah Pancasila pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Pancasila Jadi Solusi Masalah Bangsa


Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat menegaskan pengamalan nilai-nilai Pancasila bisa menjadi bagian solusi dari masalah yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Bila saat ini seluruh anak bangsa sedang menghadapi wabah COVID-19 di Tanah Air, penguatan pelaksanaan nilai-nilai Pancasila mampu mempercepat penanggulangannya," kata Lestari, dalam keterangannya, Minggu (31/5/2020) menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020.

Rerie, sapaan akrab Lestari menyampaikan apabila di dalam diri setiap anak bangsa memahami bahwa kepentingan bangsa lebih besar daripada kepentingan pribadi, yang merupakan bagian dari nilai-nilai Pancasila, tentunya saat ini tidak perlu sibuk memaksa orang untuk mematuhi protokol kesehatan.

Bagaimana bangsa Indonesia menangani penanggulangan wabah COVID-19 di Tanah Air saat ini, Rerie menilai bisa dijadikan gambaran seberapa banyak anak bangsa yang mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Menurut Rerie, bangsa Indonesia dengan nilai Pancasilanya sudah berpengalaman menghadapi ujian menghadapi bencana alam, baik banjir, gempa bumi, maupun tsunami, yang menimpa sebagian masyarakat di wilayah Indonesia.

Akan tetapi, kali ini bangsa Indonesia diuji dengan bencana nonalam dalam bentuk wabah COVID-19 yang mengancam seluruh anak bangsa.

"Apakah kita mampu berkorban demi orang lain meski kita sendiri juga menghadapi ancaman yang sama? Dalam kondisi inilah kita harus mampu membuktikannya," kata politikus Partai NasDem tersebut.

Ketika sebagian masyarakat taat terhadap imbauan pemerintah untuk berkorban tinggal di rumah, menjaga jarak, memakai masker, dan melaksanakan pola hidup sehat, kata Rerie, seharusnya sebagian masyarakat lainnya yang terpaksa tidak bisa memenuhi imbauan tinggal di rumah benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan physical distancing dengan disiplin untuk mencegah penularan.

Menghadapi wabah COVID-19, menurut dia, membutuhkan kebersamaan serta persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tidak terpecah belah dalam menyikapi upaya penanganan virus ini.

Demikian juga dengan upaya membantu kelompok masyarakat yang terdampak wabah COVID-19.

"Bila kita memahami nilai-nilai sila kemanusiaan yang adil beradab, saya kira kendala bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu bisa diatasi bersama," ujarnya.

Secara umum, kata dia, keterlibatan masyarakat dalam merespons upaya penanggulangan wabah COVID-19 bisa dijadikan bahan evaluasi untuk merancang strategi menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat pada masa datang.

Rerie berpendapat bahwa nilai-nilai Pancasila mampu dijadikan modal dasar tindakan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa pada masa datang sehingga berbagai upaya untuk mempertahankan nilai- nilai Pancasila menjadi sangat penting.

"Berbagai bentuk penyesuaian dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda dan sejumlah lapisan masyarakat harus secara konsisten," katanya.

Selanjutnya, evaluasi terhadap cara tersebut harus dilakukan secara periodik agar terus terjadi penyempurnaan dalam teknis penyampaian nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.

Yang terpenting dari semua upaya itu, kata Rerie, adalah teladan dari para pejabat publik dan tokoh masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di ruang publik.

"Dengan demikian, generasi penerus bangsa dengan mudah memahami secara praktis penerapan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan nyata untuk bekal mereka menghadapi tantangan pada masa datang," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait HARI LAHIR PANCASILA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight