tirto.id - Antrean kendaraan masih tampak di Pelabuhan Gilimanuk pada H-1 menjelang penutupan akibat Nyepi. Berdasarkan pantauan Polda Bali, panjang antrean pada Rabu (18/3/2026) mencapai 10 kilometer untuk rute Denpasar–Gilimanuk, sementara rute Singaraja–Gilimanuk memiliki antrean sepanjang 1,5 kilometer.
"Memang tahun ini sampai dengan kemarin itu sudah naik 3 persen. Kepadatan karena memang banyaknya pemudik yang masuk, kemudian termasuk juga kapasitas untuk mengangkut masih belum sesuai dengan kapasitas pemudik yang ada," kata Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol. Turmudi, ketika berada di Terminal Ubung, Denpasar, Rabu (18/3/2026).
Sebaliknya, untuk dari dan menuju Pelabuhan Padangbai, Turmudi memastikan situasi di sana masih aman dan tidak ada antrean kendaraan. Pelabuhan Padangbai melayani pemudik yang hendak menuju daerah Nusa Tenggara.
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menambahkan pihaknya masih mengupayakan untuk menyelesaikan antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sebelum penutupan pelabuhan pada Kamis (19/3/2026). Kepolisian mengaku sudah berbicara dengan Kementerian Perhubungan dan Mabes Polri mengenai permasalahan ini.
"Nanti kalau sudah selesai (kemacetan), bisa ketahuan (penyebab kemacetan). Evaluasi tetap akan dilakukan, tapi saat ini kami terus intens berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," ungkap Daniel.
Daniel melihat situasi kepadatan di Gilimanuk sudah berkurang. Namun, kepolisian masih intens berkoordinasi mengenai kapal-kapal penyeberangan dikarenakan Pelabuhan Ketapang atau rute Banyuwangi–Gilimanuk akan ditutup pada Kamis (18/3/2026) pukul 17.00 WIB.
“Laporan terakhir sudah berkurang dan diharapkan hari ini makin baik lagi karena kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait kapal-kapal penyeberangan. Praktis semua fokus untuk membawa keluar penumpang (dari Bali)” kata dia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menyebut Kamis (19/3/2026) sudah memasuki puncak arus mudik. Namun, Ariasandy menegaskan kepolisian sudah memiliki cara tersendiri dalam menangani sisa antrean ketika terjadi penutupan pelabuhan.
"Begitu terjadi penutupan masih ada antrean, sudah ada cara-cara bertindak sendiri. Misalnya ditaruh di buffer zone, di tempat-tempat peristirahatan yang sudah disediakan, atau di masjid dan musala di sekitar itu," ungkap Ariasandy.

Pemudik Khawatir dengan Macet Horor Gilimanuk
Salah satu pemudik yang berangkat dari Terminal Ubung, Aji Pangestu, mengungkap sempat menahan diri untuk berangkat dikarenakan kemacetan di jalan masuk Pelabuhan Gilimanuk. Aji berencana untuk mudik ke Lampung melalui Surabaya.
"Banyak di sosial media, banyak yang bilang macetnya sampai 30 kilometer. Namun, saya memutuskan untuk yang penting pulang kampung meskipun mepet (dengan penutupan pelabuhan)," kata Aji ketika ditemui di Terminal Ubung ketika hendak mengikuti Mudik Gratis Polda Bali.
Aji berharap perjalanannya menuju Pelabuhan Gilimanuk dapat berlangsung lancar. Namun, Aji akan berusaha bertahan apabila dia kelak terjebak di Pelabuhan Gilimanuk akibat penutupan pelabuhan.
"Ya, saya tidak masalah bertahan di Pelabuhan Gilimanuk. Saya ikut aturan saja," tambahnya.
Sementara itu, Ade Irma, yang hendak mudik ke Banyuwangi bersama keluarganya mengaku sudah mengetahui kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk dari temannya yang sudah berangkat lebih dulu. Namun, dia tetap berangkat karena sudah merindukan keluarganya di seberang sana.
"Kita ikuti saja, barangkali sudah tidak terlalu macet. InsyaAllah tidak masalah (jika terjebak di Gilimanuk)," ungkapnya.
Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry, pada H-4 Lebaran atau Selasa (17/03/2026) terjadi 243 trip di Pelabuhan Gilimanuk rute Gilimanuk–Banyuwangi dengan angkutan sebanyak 74.263 orang dan 25.105 kendaraan.
Untuk rute sebaliknya, yakni Banyuwangi–Gilimanuk, tercatat terdapat 257 trip. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 17.649 orang dan total kendaraan sebanyak 3.141 unit.
"Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai H-10 sampai H-4 tercatat 383.398 orang dan kendaraan sebanyak 122.892 unit. Sedangkan, total penumpang dari Jawa ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 166.322 orang dan kendaraan sebanyak 32.721 unit," jelas Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id





























