Menuju konten utama

Gus Ipul Minta Kepsek Sekolah Rakyat Tingkatkan Level Kapasitas

Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sekolah Rakyat harus dimulai dari perbaikan kapasitas kepala sekolah.

Gus Ipul Minta Kepsek Sekolah Rakyat Tingkatkan Level Kapasitas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan pembekalan kepada 191 Kepala Sekolah Rakyat secara daring. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan sejumlah pesan untuk merespons hasil survei terhadap para Kepala Sekolah Rakyat. Pesan-pesan tersebut disampaikan oleh Gus Ipul di sela-sela Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipusatkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Dalam acara pembekalan untuk persiapan jelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 itu, Gus Ipul menyampaikan arahan secara daring kepada 191 kepala sekolah. Mereka terdiri dari 166 kepala sekolah yang sudah aktif bekerja sejak 2025 dan 25 kepala sekolah baru.

Salah satu poin penting pesan Gus Ipul dalam acara pembekalan itu adalah meminta semua Kepala Sekolah Rakyat siap memimpin satuan pendidikan yang berfokus pada peningkatan kemampuan akademik sekaligus pembangunan karakter dan pengembangan potensi semua peserta didik.

Hasil Survei terhadap Kepala Sekolah Rakyat

Dia lantas mengawali penjelasannya dengan memaparkan hasil survei terbaru terhadap 174 kepala Sekolah Rakyat. Survei ini menyimpulkan sejumlah perkembangan positif sekaligus masih adanya berbagai tantangan yang masih perlu dihadapi.

Hasil survei menunjukkan kesiapan mental para kepala sekolah dalam menjalankan tugas rerata mencapai 8,5 dari skala 10. Sementara itu, keyakinan mereka dalam mengambil keputusan rerata berada di angka 8,74 dari 10.

Ada 72 persen kepala sekolah yang menganggap tugas memimpin Sekolah Rakyat menjadi tantangan yang memacu semangat dalam bertugas. Bahkan, sebanyak 94 persen kepala sekolah mengaku punya orientasi kepemimpinan jangka panjang dalam membangun sistem pendidikan.

Namun, survei yang sama juga menemukan fakta bahwa hanya 18 persen kepala sekolah yang menyatakan siap sepenuhnya menghadapi pelaksanaan MPLS.

Adapun 26 persen lainnya menyatakan siap sebagian, 38 persen merasa masih menghadapi kendala signifikan, dan 17 persen mengaku belum siap.

Dalam survei itu, para kepala sekolah juga mengungkapkan berbagai kebutuhan yang perlu dipenuhi di Sekolah Rakyat.

Di antaranya: tambahan guru dan tenaga kependidikan (77 persen), pendampingan dari Pusdiklat/PPK (61 persen), kejelasan anggaran (56 persen), dan pelatihan dan pembekalan lanjutan (48 persen).

Tantangan lainnya pun masih ada di sebagian sekolah. Misalnya ketersediaan sumber air di salah satu Sekolah Rakyat permanen, penyelesaian status kepegawaian dan SK sejumlah kepala sekolah, hingga penuntasan pembangunan beberapa gedung.

Arahan Gus Ipul untuk Kepala Sekolah Rakyat

Gus Ipul mengapresiasi hasil survei tersebut sekaligus memastikan Kementerian Sosial (Kemensos) akan memperhatikan seluruh masukan dari kepala sekolah. Dia menegaskan, para Kepala Sekolah Rakyat tidak akan berjuang sendirian dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

"Masalah harus dihadapi, jangan takut kekurangan masalah. Itu tanda Negara sedang mempercayakan sesuatu yang besar kepada kita semua," kata Gus Ipul.

Dia mengingatkan, keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak hanya dilihat dari kemunculan sejumlah siswa berprestasi, tetapi juga kemampuan membangun sistem pendidikan yang mengembangkan potensi seluruh murid.

"Kalau ada 28 anak berkembang, sementara dua anak tertinggal, itu bukan sekadar persoalan dua anak. Itu persoalan sistem. Mari kita bangun sistem agar semua siswa bisa terlayani. Tidak ada siswa yang tertinggal," tegasnya.

Gus Ipul menjelaskan, setiap anak punya potensi berbeda, seperti di bidang olahraga, kesenian, bahasa, kepemimpinan, dan berbagai keterampilan lainnya. Maka itu, para kepala sekolah harus memetakan dan mengembangkan bakat-bakat milik seluruh peserta didik.

Dengan pendidikan berbasis asrama di Sekolah Rakyat, terbuka kesempatan yang luas untuk mengembangkan berbagai bakat murid yang unik tersebut.

Setiap Sekolah Rakyat pun bisa membangun identitas dan keunggulan masing-masing melalui pengembangan beragam kegiatan ekstrakurikuler semacam baris-berbaris kreatif, paduan suara, pencak silat, drama berbahasa asing, atau pidato dalam bahasa asing.

Menurut Gus Ipul, pengembangan potensi peserta didik harus menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan tambahan.

Dalam perumpamaan Gus Ipul, transformasi Sekolah Rakyat seperti perjalanan kapal kecil menjadi kapal besar. Sepanjang perjalanan itu, kepala sekolah menjadi nakhoda yang harus terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan seiring bertambah besarnya tanggung jawab.

"Perbedaan kapal kecil dan kapal besar bukan pada nakhodanya, tetapi pada besarnya ombak yang harus dihadapi. Kepala Sekolah Rakyat harus memiliki mentalitas besar, berani mengambil keputusan, visioner, serta mampu membangun sistem," jelasnya.

Seluruh kepala sekolah, lanjutnya, mendapatkan dukungan sumber daya, pedoman, dan anggaran yang sama. Oleh sebab itu, faktor pembeda yang memengaruhi keberhasilan setiap Sekolah Rakyat terletak di kapasitas pemimpinnya.

Mengingat hal tersebut, Gus Ipul meminta seluruh Kepala Sekolah Rakyat menjalankan tugas dengan semangat berjuang dan tidak sekadar bekerja. Dia pun menekankan, kepala sekolah bukan pelaksana administrasi semata karena perannya sebagai pemimpin bisa menentukan masa depan peserta didik.

"Berjuang berarti berorientasi pada perubahan nyata bagi siswa, proaktif membaca kebutuhan, mengambil inisiatif menyelesaikan persoalan, serta mengukur keberhasilan dari perkembangan anak-anak yang dilayani," kata Gus Ipul.

Dia pun menyimpulkan, peningkatan kualitas Sekolah Rakyat harus dimulai dari perbaikan kapasitas kepala sekolah. "Standar Sekolah Rakyat tidak akan naik kalau standar diri kepala sekolahnya belum naik terlebih dahulu," tambahnya.

Karena itulah, lanjut Gus Ipul, setiap Kepala Sekolah Rakyat perlu membangun disiplin pribadi dulu sebelum menuntut kedisiplinan siswa, lebih jujur dalam menyampaikan berbagai persoalan tanpa menutupinya, tenang menghadapi tekanan sebab sikap pemimpin akan dicontoh peserta didik, serta berani mengevaluasi diri sebelum menilai kinerja bawahan.

Gus Ipul menilai, jika berbagai standar yang telah berkali-kali disampaikan masih harus terus diulang, persoalannya bukan terletak pada kemampuan siswa, melainkan karena kepala sekolah belum menjadikannya sebagai prioritas.

"Saya percaya motivasi Bapak-Ibu semakin kuat. Semangat untuk melayani anak-anak istimewa ini juga semakin besar," lanjutnya.

Hal lain yang disorot oleh Gus Ipul terkait dengan fasilitas di Sekolah Rakyat. Dia berharap seluruh fasilitas yang tersedia dimanfaatkan secara optimal.

Lapangan olahraga, ruang belajar, maupun fasilitas pendukung lainnya harus hidup setiap hari melalui kegiatan bersama lintas jenjang. Kegiatan-kegiatan tersebut mesti diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kesehatan, serta kebersamaan para peserta didik.

Saat menyampaikan arahan, Gus Ipul tidak lupa memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang selama ini sudah bekerja keras mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat sejak tahap rintisan.

Dia mengatakan, seluruh Kepala Sekolah Rakyat saat ini bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi sedang menjadi bagian dari sejarah pembangunan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia.

"Kita tidak sedang sekadar menjalankan tugas. Kita sedang menjadi pemilik sejarah Sekolah Rakyat. Jalankan dengan profesional dan empati. Kerjakan standar yang sudah ditetapkan tanpa menunggu diingatkan lagi, karena itu adalah kehormatan bagi sekolah Bapak-Ibu sekalian," ujarnya.

Gus Ipul juga membacakan salah satu hasil survei yang paling berkesan baginya. Ketika ditanya bantuan apa yang paling diharapkan dari Menteri Sosial, seorang kepala sekolah menjawab, "Saya hanya berharap Pak Menteri terus mempercayai kami memimpin Sekolah Rakyat. Kepercayaan itu akan kami balas dengan kerja nyata, integritas, dan dedikasi penuh."

Dia menilai jawaban tersebut adalah bukti para Kepala Sekolah Rakyat memiliki komitmen kuat untuk mengemban amanah.

Untuk itu, Gus Ipul menegaskan Kemensos akan terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat.

"Kami akan terus berjuang agar kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat mendapatkan tunjangan kinerja yang lebih baik. Kami memahami ini adalah boarding school dengan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu kami akan terus mengupayakan perubahan regulasi dan dukungan anggaran agar kesejahteraan Bapak-Ibu makin meningkat," kata dia.

Di akhir pemaparannya, Gus Ipul mengingatkan kepemimpinan di Sekolah Rakyat adalah panggilan untuk menciptakan perubahan.

"Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi di sekolah. Tidak hanya diberi tanggung jawab, tetapi juga akan dievaluasi. Menaikkan level bukan pilihan, melainkan panggilan yang harus dijawab mulai hari ini," tegasnya.

Saat menutup pembekalan, Gus Ipul menyemangati para kepala Sekolah Rakyat dengan menyatakan: "Level Anda naik bukan karena SK. Level Anda naik karena besarnya tantangan yang berani Anda pikul dan keberhasilan yang Anda torehkan."

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis