Menuju konten utama

Gudang Insektisida di Tangsel Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 M

Selain menghanguskan bangunan gudang, kebakaran itu juga diduga menyebabkan pencemaran air di Kali Jaletreng.

Gudang Insektisida di Tangsel Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 M
Bangunan Gudang Insektisida yang terbakar di Pergudangan Taman Tekno Kelurahan Setu Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. FOTO/Romy Ramdhani

tirto.id - Sebuah gudang distributor bahan kimia insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ludes dilalap api pada Senin (9/2/2026). Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tangsel, Omay Komarudin, mengatakan kebakaran hebat tersebut menyebabkan kerugian materil yang ditaksir mencapai Rp2 miliar.

"Yang terbakar ini gudang insektisida, berisi bahan kimia pembasmi hama," ujar Omay kepada Tangerangupdate di lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama dan dramatis. Api baru berhasil dikendalikan setelah lebih dari sembilan jam upaya pemadaman.

Omay menjelaskan bahan kimia yang tersimpan di dalam gudang menjadi kendala utama karena tidak seluruh material dapat dipadamkan dengan air.

"Kesulitannya karena bahan kimia. Ada bahan kimia yang tidak mau dipadamkan oleh api. Yang pada akhirnya yang dipadamkan oleh air pakai pom tidak mau. Yang pada akhirnya kami ada teknik terakhir menggunakan pasir. Setelah itu kondisi mulai melandai," bebernya.

Untuk memadamkan api, Damkar Tangsel mengerahkan sedikitnya 16 unit mobil pemadam kebakaran dan 70 personel gabungan. Armada tersebut terdiri dari 14 unit mobil pemadam dari Damkar Tangsel, dua unit bantuan dari wilayah BSD, serta dua unit mobil tangki suplai air.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Omay menyebut belum dapat memastikan apakah kebakaran dipicu korsleting listrik atau faktor lain.

"Sampai saat ini untuk dugaan masih belum ketahuan apakah dari korsleting listrik atau dari apa. Ini mungkin nanti kita masih dalam penyelidikan dari tim INAPIS," terangnya.

Selain menghanguskan bangunan gudang, kebakaran tersebut juga diduga menyebabkan pencemaran air di Kali Jaletreng yang berada di sekitar lokasi kejadian. Omay mengatakan pencemaran terjadi akibat sisa pembakaran bahan kimia yang mengalir ke saluran air dan bermuara ke sungai. Sistem drainase di kawasan pergudangan tersebut memang terhubung langsung dengan aliran sungai sehingga limbah sisa kebakaran dengan cepat terbawa arus air.

"Pencemaran dari pembakaran bahan kimia itu dari botol pecah akhirnya mengalir ke sungai jelatereng. Yang mengakibatkan ikan pada mati," katanya kepada Tangerangupdate.com, di TKP kebakaran.

Berdasar pantauan di Kali Jaletreng pada pukul 13.00 WIB, Tangerangupdate menemukan sejumlah ikan mati mengambang dan terbawa arus sungai. Meski air sungai terlihat mulai berangsur jernih, dampak pencemaran masih tampak dari biota air yang mati.

Dugaan pencemaran juga dikeluhkan warga Gang Salem IV, Kecamatan Serpong. Salah seorang warga bernama Romo mengaku mencium bau menyengat sejak pagi hari sebelum mengetahui adanya kebakaran.

“Pagi sekitar jam 06.00 WIB baunya sudah sampai ke rumah saya. Kata saya 'siapa yang bakar ini?', kaya bau minyak tanah itu. Bau menyengat banget," kata Romo.

Kebakaran Gudang Insektisida di Tangsel

Warga Disekitar Aliran Sungai Jaletreng, Kecamatan Serpong Kumpulkan ikan yang mati diduga akibat cairan dari gudang Insektisida yang terbakar. FOTO/Romy Ramdhani

Romo menuturkan setelah beberapa waktu, dia baru mengetahui adanya kebakaran gudang di kawasan Taman Tekno dan menduga limbah kebakaran tersebut mengalir ke sungai.

"Ternyata dari arah Taman Tekno ada kebakaran. Limbahnya ngalir ke sini. Biota air habis, ikannya mati semua. Paginya air sempat berwarna putih, baru sekitar jam 10.00 WIB mulai agak bening,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak lanjutan pencemaran tersebut, mengingat aliran Kali Jaletreng terhubung dengan Sungai Cisadane.

"Kalau lihat kondisi begini ya khawatir. Air ini kan tembus ke Cisadane. Takutnya pencemaran ini meluas," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait hasil uji kualitas air sungai maupun langkah penanganan lanjutan dari instansi terkait.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan (PPPL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Deni Danial, belum memberikan pernyataan apapun meski telah dihubungi oleh Tangerangupdate.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Fadrik Aziz Firdausi