Menuju konten utama

Gerindra Bantah Buru Penyebar Video Berisi Ucapan 'Ndasmu Etik'

Habiburokhman membantah Gerindra sedang memburu penyebar video berisi ucapan capres Prabowo Subianto, yang menyebut 'Ndasmu etik'.

Gerindra Bantah Buru Penyebar Video Berisi Ucapan 'Ndasmu Etik'
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman saat memberi keterangan pers di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (5/11/2023). (Tirto.id/Fransiskus Adryanto Pratama)

tirto.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, membantah internal partainya sedang memburu penyebar video berisi ucapan capres Prabowo Subianto, yang menyebut 'Ndasmu etik'. Video itu sebelumnya tersebar di media sosial X.

"Enggak ada. Enggak perlu konfirmasi, pasti enggak benar itu," kata Habiburokhman saat dihubungi reporter Tirto, Selasa (19/12/2023).

Dalam satu pemberitaan media massa disebutkan bahwa nasib pemburu penyebar video 'Ndasmu etik' Prabowo sedang diburu Partai Gerindra.

Jubir Sebut Prabowo Hanya Becanda

Video itu sebelumnya disorot warganet lantaran dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) perihal batas usia capres-cawapres. MKMK menjatuhkan sanksi etik kepada sembilan hakim konstitusi, salah satunya Anwar Usman yang dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK.

"Bagaimana perasaan Mas Prabowo? Soal etik, etik, etik. Ndasmu etik," kata Prabowo dalam video yang viral itu.

Video berdurasi pendek yang tersebar itu disampaikan Prabowo pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra, Jumat (15/12/2023). Padahal, acara rakornas yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta itu diadakan secara tertutup bagi awak media.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, berkilah ucapan Prabowo di hadapan kader Gerindra itu hanya dalam konteks bercanda.

Dahnil memastikan hubungan Prabowo dengan calon presiden (capres) lainnya, yaitu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan saat ini dianggap baik.

Menurut Dahnil, ucapan Prabowo itu disampaikan agar di akhir pekan tetap mawas diri. Ia mengatakan ucapan Prabowo itu disampaikan ibarat jika cinta ditolak, jangan sampai saling menjelek-jelekan.

"Maksud Pak Prabowo, mari sama-sama kita periksa isi pikiran kita, isi hati kita, semacam refleksi akhir pekan lah, jangan seperti orang yang ditolak cintanya. Namun, kemudian habis-habisan menjelek-jelekkan sang pujaan hati," pungkas Dahnil Simanjuntak.

Ucapan Prabowo itu juga turut direspons capres nomor urut 1, Anies Baswedan. Anies berpendapat bahwa etik memang seharusnya dimulai dari kepala. Oleh karenanya dia tak membantah atas pernyataan Prabowo tersebut.

"Memang etika itu mulainya dari kepala. Kalau kepala tidak mengikuti etika apalagi di bawahnya," kata Anies dalam kampanyenya di Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (16/12/2023) malam.

Anies beranggapan bahwa segala sesuatu harus dimulai dari kepala. Apabila kepala telah memulai maka semua akan mengikuti. "Jadi memang benar semuanya mulai dari kepala dan dengan begitu semuanya akan mengikuti," tutur Anies.

Baca juga artikel terkait NDASMU ETIK atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Anggun P Situmorang