2 dari 4
Generasi Milenial Doyan Membuang Makanan
Mengubah pola konsumsi tanpa sampah memang sulit dan bertahap: jarang membawa tempat makan dan minum sendiri, saat lapar mengabaikan porsi makan yang secukupnya.
tirto.id - “Aku udah kenyang, lu habisin nih kentangnya,” kata Rara.
Dua temannya menolak. “Gue udah kenyang juga, habisinlah, sayang tahu.”
“Ya udahlah, biarin aja,” jawab Rara, kemudian memasukkan ponsel ke tas. “Yuk cabut.”
Ketiganya beranjak meninggalkan sisa stik kentang goreng dan bungkus burger dan gelas minuman di meja. Makanan itu dipesan Rara dari salah satu restoran cepat saji di Pejaten Village, Jakarta Selatan.
Rara adalah potret anak muda milenial. Usianya baru 23 tahun dan bekerja sebagai bartender di salah satu warung kopi berjejaring terkenal di ibu kota. Bagi Rara, meninggalkan sisa makanan sebenarnya sayang, tapi dia beralasan perutnya sudah kenyang.
“Tadi habis kerja lapar, pengin makan banyak. Kalau sudah kenyang masak dipaksa, malah muntah nanti,” tuturnya.
Pola konsumsi yang menyisakan sampah makanan seperti yang dilakukan Rara ialah salah satu penyebab tingginya sampah makanan di Jakarta. Dari 7.000 hingga 7.500 ton sampah setiap hari di Jakarta, 54 persennya adalah sampah makanan.
Dua temannya menolak. “Gue udah kenyang juga, habisinlah, sayang tahu.”
“Ya udahlah, biarin aja,” jawab Rara, kemudian memasukkan ponsel ke tas. “Yuk cabut.”
Ketiganya beranjak meninggalkan sisa stik kentang goreng dan bungkus burger dan gelas minuman di meja. Makanan itu dipesan Rara dari salah satu restoran cepat saji di Pejaten Village, Jakarta Selatan.
Rara adalah potret anak muda milenial. Usianya baru 23 tahun dan bekerja sebagai bartender di salah satu warung kopi berjejaring terkenal di ibu kota. Bagi Rara, meninggalkan sisa makanan sebenarnya sayang, tapi dia beralasan perutnya sudah kenyang.
“Tadi habis kerja lapar, pengin makan banyak. Kalau sudah kenyang masak dipaksa, malah muntah nanti,” tuturnya.
Pola konsumsi yang menyisakan sampah makanan seperti yang dilakukan Rara ialah salah satu penyebab tingginya sampah makanan di Jakarta. Dari 7.000 hingga 7.500 ton sampah setiap hari di Jakarta, 54 persennya adalah sampah makanan.
1 dari 2
Selanjutnya
Baca juga
artikel terkait
SAMPAH
atau
tulisan menarik lainnya
Mawa Kresna
(tirto.id - krs/fhr)
Reporter: Mawa Kresna
Penulis: Mawa Kresna
Editor: Fahri Salam


