tirto.id - Kemacetan parah melanda kawasan Semanggi, Jakarta, pada Senin (15/6/2026) sore. Polisi menyebut kepadatan kendaraan ini dipicu oleh imbas aksi unjuk rasa yang masih berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI serta pengamanan rute kepulangan Presiden Jerman yang melakukan kunjungan resmi ke Jakarta.
Presiden Jerman itu dijadwalkan kembali sore ini. Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menjelaskan kepadatan ini terjadi akibat adanya pengaturan jalur bagi tamu kenegaraan.
"Jadi, itu karena ada teman-teman mahasiswa yang mengarah ke patung kuda, jadi sementarakan Jalur Sudirman-Thamrin itu sedang dipakai untuk rangakaian tamu negara," kata Robby saat dikonfirmasi wartawan, Senin (15/6/2026).
Polisi bernegosiasi agar massa pengunjuk rasa berhenti sementara di sekitar Benhil hingga pengaturan jalur tamu negara selesai. Setelah itu, mahasiswa diperbolehkan melanjutkan aksi menuju Patung Kuda.
"Sehingga dampaknya menyebabkan terhadap kedapatan masyarakat yang mau mengarah ke Bundaran HI maupun ke Patung Kuda saat ini ada perlambatan di pertigaan Benhil," ungkap Robby.
Robby memastikan pengalihan arus kendaraan memang dilakukan dari Simpang Susun Semanggi. Tidak ada pengalihan arus kendaraan ke arah Slipi maupun Kuningan.
Untuk diketahui, beredar di media sosial kondisi kepadatan arus kendaraan yang tidak terbendung terjadi dari Semanggi hingga Benhil. Sejumlah aparat kepolisian terlihat menghadang di tengah Jalan Sudirman, untuk memastikan pedemo tetap di sekitar Benhil.
Sebagai informasi, 5.955 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen mahasiswa di beberapa titik wilayah Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan silang selatan Monas, depan Gedung DPR-MPR RI, serta Bundaran HI.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Personel yang diterjunkan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI dan unsur Pemerintah Daerah.
“Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan,” ujar Reynold.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































