Menuju konten utama

Garuda Indonesia Ingatkan Jemaah Haji Disiplin Barang Bawaan

Garuda Indonesia mengingatkan disiplin membawa barang bawaan menjadi faktor krusial terkait ketepatan jadwal penerbangan.

Garuda Indonesia Ingatkan Jemaah Haji Disiplin Barang Bawaan
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasi Medan berdoa setibanya di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (12/6/2025). Sebanyak 355 jamaah haji dan empat petugas haji asal Kota Padang Sidempuan tiba di Bandara Internasional Kualanamu setelah menunaikan ibadah haji 2025 di tanah suci. ANTARA FOTO/Yudi Manar/nym.

tirto.id - Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai pengangkut jemaah haji Indonesia 2026 menyiapkan layanan penerbangan bagi sekitar 102 ribu jemaah yang tergabung dalam 78 kelompok terbang (kloter) dengan dukungan 15 armada pesawat. Jemaah diingatkan kedisiplinan soal barang bawaan saat berangkat maupun nanti saat pemulangan.

General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, menegaskan, keberhasilan operasional penerbangan haji tidak hanya ditentukan oleh maskapai, tetapi juga oleh kedisiplinan seluruh pihak, terutama jemaah saat proses pemulangan ke Tanah Air.

"Kami sangat siap untuk melayani jemaah dengan menyiapkan sumber daya yang terbaik untuk memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia," kata Nano yang hadir dalam acara doa bersama Daker Bandara di Madinah, Selasa (21/4/2026).

Selain keberangkatan, Nano juga mengingatkan jemaah saat akan pulang nantinya. Khususnya terkait barang bawaan yang akan dibawa ke Tanah Air. Sebab ketepatan penerbangan itu tergantung semua pihak. Terutama saat pemulangan, barang bawaan menjadi faktor krusial.

Menurut Nano, salah satu tantangan yang kerap muncul adalah banyaknya barang bawaan jemaah yang tidak sesuai ketentuan, khususnya air zamzam yang dibawa secara tidak prosedural.

Ia mencontohkan, masih ditemukan jemaah yang mencoba menyiasati pemeriksaan dengan membungkus botol zamzam menggunakan lakban agar lolos dari X-ray.

“Zamzam itu tetap terdeteksi di X-ray. Kadang dikira dengan disolasi tidak ketahuan. Kalau dalam satu kloter ada 1 botol dan ditemukan di 200 koper, ada 200 botol air zamzam, itu sangat merepotkan dan bisa mengganggu jadwal penerbangan,” kata dia.

Ia juga menyoroti perlunya pendekatan komunikasi yang tepat kepada jemaah, agar memahami aturan penerbangan internasional. Karena itu, edukasi dinilai menjadi kunci untuk meminimalisasi kendala di bandara.

Dia mengandalkan peran ketua kloter dalam memastikan seluruh jemaah telah mematuhi aturan, termasuk terkait kelengkapan dokumen dan barang bawaan sebelum masuk ke pesawat.

“Peranan ketua kloter sangat penting untuk memastikan semua sudah siap, baik dokumen maupun bagasi. Edukasi kepada jemaah harus terus diperkuat,” kata dia.

Menurut dia, dengan koordinasi yang baik antara maskapai, petugas, dan jemaah, Garuda berharap operasional haji dapat berjalan dengan baik dan lancar.

General Manager Garuda Jeddah Nano Setiawan

General Manager Garuda Jeddah, Nano Setiawan, saat acara taatuf dan doa bersama jelang kedatangan jemaah haji kloter pertama di Madinah. FOTO/Tim MCH 2026

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Bayu Septianto