Menuju konten utama

15 Kloter dari Sejumlah Embarkasi akan Tiba di Madinah 22 April

Kedatangan pertama akan mendarat di Bandara Madinah adalah kloter 1 dari Yogyakarta sekitar jam 06.15 waktu Arab Saudi.

15 Kloter dari Sejumlah Embarkasi akan Tiba di Madinah 22 April
Orientasi lapangan di Bandara Madinah, Selasa (21/4/2026). Kredit foto: Tim MCH 2026

tirto.id - Calon jemaah haji Indonesia gelombang pertama akan mendarat di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah pada Rabu (22/4/2026). Berdasarkan jadwal, akan ada 15 kelompok terbang (kloter) dari sejumlah embarkasi yang akan mendarat.

Kedatangan pertama akan mendarat di Bandara Madinah adalah kloter 1 dari Yogyakarta sekitar jam 06.15 waktu Arab Saudi. Disusul jemaah dari Jakarta Pondok Gede (JKG) pada jam 6.50 dan seterusnya.

"Jemaah perdana yang akan mendarat dari Yogyakarta dan akan keluar dari pintu kedatangan internasional, sedangkan jemaah dari JKG akan keluar melalui pintu fast track, karena proses imigrasi sudah diselesaikan di tanah air," kata Tenaga Penghubung Antar Instansi Indonesia–Arab Saudi wilayah bandara, M. Yusuf Bahar dalam orientasi dan pemantapan Daker Bandara di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (21/4/2026).

Orientasi lapangan di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah dilakukan untuk memperkuat kesiapan layanan kedatangan jemaah haji Indonesia. Yusuf Bahar menekankan pemahaman detail alur layanan serta titik-titik krusial di lapangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita membawa tim untuk melihat langsung kondisi lapangan, termasuk alur kerja di bandara. Ini penting agar seluruh petugas memahami bagaimana melayai jemaah dengan baik sejak tiba di bandara sampai menuju akomodasi jemaah masing-masing,” ujar Yusuf di sela kegiatan.

Dalam orientasi tersebut, tim diperkenalkan pada skema layanan Makkah Route atau jalur cepat (fast track) yang saat ini melayani empat embarkasi, yakni Jakarta, Solo, Surabaya dan Makassar. Melalui skema ini, proses keimigrasian jemaah telah diselesaikan sejak di Tanah Air, sehingga mempercepat layanan setibanya di Bandara Arab Saudi.

Selain itu, tim juga diajak menelusuri empat titik utama kedatangan jemaah di Bandara Madinah, yakni area fast track, terminal internasional, Terminal Haji, serta area bawah Terminal Haji yang dikenal dengan sebutan “Zero”. Meski berada dalam satu kompleks Terminal 1, keempat titik ini memiliki fungsi dan alur keluar-masuk yang berbeda.

"Tim akan dibagi menjadi empat untuk melayani di empat pintu keluar, plus layanan bagasi yang ditempatkan sendiri. Setiap tim akan ada tim penghubung instansi yang akan menjadi jembatan penghubung untuk kemudahan layanan kepada jemaah. Karena kami ingin memberikan layanan yang terbaik untuk jemaah haji Indonesia," ungkapnya.

Perubahan signifikan terjadi pada sistem penanganan bagasi tahun ini. Jika sebelumnya koper jemaah keluar melalui terminal internasional, kini seluruh bagasi terpusat di gedung khusus melalui area kargo, baik untuk jemaah fast track maupun reguler, untuk efisiensi distribusi. Petugas akan mengecek dan memastikan semua koper jemaah sesuai dengan manifest penumpang di masing-masing pesawat atau kloter untuk langsung di bawa ke hotel jemaah.

"Semua bagasi, baik dari jemaah fast track maupun reguler, diturunkan di satu gedung khusus. Di sana ada tim yang bertugas melakukan pencatatan dan pengendalian,” jelas Yusuf.

Sementara itu, fasilitas ruang tunggu jemaah di bandara dinilai semakin memadai. Untuk di terminal haji, terdapat enam paviliun (gedung keong) yang dilengkapi musala, toilet, tempat duduk, serta pendingin udara. Area ini digunakan sebagai tempat transit sementara sebelum jemaah diberangkatkan menuju hotel di Madinah.

“Fasilitasnya sudah sangat lengkap. Bahkan sering kali jemaah merasa terlalu dingin karena AC-nya cukup kuat,” kata dia.

Melalui orientasi ini, diharapkan seluruh petugas memiliki kesiapan teknis dan kepekaan layanan, sehingga proses kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah dapat berjalan lancar, aman, dan humanis sejak pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk memberikan kenyamanan layanan kepada jemaah haji Indonesia.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama