tirto.id - PT Fore Kopi Indonesia Tbk atau Fore Coffee (FORE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Kamis (26/6/2025). Padahal, dalam prospektusnya setelah pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO), Fore menjanjikan pembagian dividen minimal 40 persen dari laba bersih setelah pajak.
CEO Fore, Vico Lomar, menjelaskan perusahaan belum bisa menebar dividen karena harus membangun ekuitas atau permodalan hingga mencapai target yang diinginkan.
“Kalau ditanya mau diapain retained earnings-nya (laba ditahan), kita enggak akan pakai, tapi itu untuk memperkuat daripada struktur permodalan Fore,” katanya, dalam Public Expose Fore Coffee, yang disaksikan secara daring, Kamis (26/6/2025).
Dengan struktur permodalan yang semakin kuat, Vico berharap Perseroan dapat membagikan dividen lebih cepat kepada para pemegang saham.
“Kemudian, ke depannya itu nanti akan kita tentukan dari hasil RUPS. Cuma, kita bertarget kalau nanti dari situ mungkin bisa 40 persen atau bisa lebih, bisa kurang. Tapi, nanti ditentukan di setelah hasil dari RUPS,” tambahnya.
Sementara itu, di sampai akhir 2024, Fore telah menambah jumlah gerai menjadi 232 outlet. Dengan ekspansi toko tersebut, Perseroan berhasil mengerek penjualan bersih sampai 115 persen, menjadi Rp58,2 miliar.
Pada saat yang sama, total liabilitas perusahaan naik 48 persen menjadi Rp387,6 miliar, seiring pertumbuhan total aset hingga 80 persen menjadi Rp640,8 miliar.
“Permodalan yang kuat ditandai dengan lonjakan ekuitas bersih hingga 227 persen menjadi Rp253,1 miliar. Neraca keuangan perseroan yang kokoh adalah bukti nyata model bisnis yang menguntungkan dan memiliki skalabilitas tinggi,” jelas Chief Financial Officer (CFO) Fore, Tjong Pie Chen, pada kesempatan yang sama.
Pertumbuhan bisnis Perseroan, didukung pula oleh dana yang terkumpul dari hasil IPO, yang melebihi Rp350 miliar.
“Kami meyakini ini akan menjadi modal yang kuat untuk melanjutkan ekspansi bisnis yang berpotensi untuk lebih mendorong kinerja operasional dan keuangan menjadi lebih baik lagi di tahun ini,” lanjut Chen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id







































